IndeksSultra.com, Kendari- Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, mengajak perguruan tinggi untuk mengambil peran lebih aktif dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional melalui inovasi dan riset yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan saat memberikan kuliah umum bertema penguatan nilai kebangsaan, inovasi pertanian, dan kemandirian pangan di Auditorium Mokodompit Universita Halu Oleo (UHO), Kendari, Sabtu 6 Juni 2026.
“Perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang dapat menghasilkan berbagai solusi untuk menjawab tantangan di sektor pertanian,” jelasnya.
Dikatakan, kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan tinggi dan kemampuan kampus dalam melahirkan gagasan-gagasan inovatif. Karena itu, hasil penelitian dan pemikiran akademisi perlu dihubungkan dengan kebijakan pemerintah serta kebutuhan dunia usaha agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani.
“Pemerintah terus mempercepat program swasembada pangan nasional melalui pengembangan kawasan pertanian di sejumlah wilayah potensial,” bebernya.
Selain Papua, program perluasan lahan dan peningkatan produksi juga dilakukan di Kalimantan serta Sumatera dengan dukungan teknologi dan mekanisasi pertanian modern.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Salah satunya terlihat di Papua Selatan, di mana peningkatan produksi pertanian berhasil membantu menekan harga beras yang sebelumnya tergolong tinggi.
“Kehadiran alat dan mesin pertanian modern dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas petani sekaligus memperkuat ketersediaan pangan daerah,” lanjutnya.
Menanggapi pertanyaan peserta mengenai kondisi lahan pertanian yang terdampak banjir di Sulawesi Tenggara, Amran mengatakan pemerintah telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan, mulai dari benih, alat mesin pertanian hingga dukungan pengembangan lahan. Program tersebut masih terus berjalan karena melibatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga terkait.
“Pembangunan pertanian merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan dukungan berbagai pihak. Oleh sebab itu, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, petani, hingga media massa dinilai penting untuk mempercepat terwujudnya ketahanan dan kemandirian pangan nasional,” lanjutnya.
Melalui forum akademik tersebut, Amran berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penerima ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menciptakan inovasi yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat sektor pertanian Indonesia di masa depan.***
Redaksi






Komentar