IndeksSultra.com, Kendari- Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Bismi Maulana Nugraha, mengungkapkan bahwa kinerja industri perbankan di Sutratetap menunjukkan pertumbuhan yang ekspansif.
Berdasarkan data per Januari 2026, aset perbankan tumbuh sebesar 6,5 persen (yoy), yang didorong oleh penguatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 5,9 persen (yoy) dan penyaluran kredit yang tumbuh 5,1 persen (yoy).
Meskipun kinerja tumbuh positif, Bismi menyoroti adanya konsentrasi likuiditas yang signifikan.
“Distribusi DPK terpusat secara signifikan di Kota Kendari dengan nilai mencapai Rp20,46 triliun, yang menunjukkan adanya kesenjangan inklusi dan likuiditas yang cukup lebar dibandingkan wilayah lainnya di Sulawesi Tenggara,” jelas Bismi.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) masih terjaga di level 2,10 persen, di bawah batas yang ditetapkan regulator, didukung oleh perbaikan indikator likuiditas dengan LDR yang meningkat ke posisi 126,59 persen.***
Redaksi







Komentar