IndeksSultra.com, Konawe- Desa Sorue Jaya di Kecamatan Soropia kini tengah dipersiapkan menjadi role model kawasan ekonomi pesisir terintegrasi di Sulawesi Tenggara.
Melalui High Level Meeting (HLM) yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra bersama Pemerintah Kabupaten Konawe, desa ini akan menjadi lokasi pusat pelaksanaan Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang menyatu dengan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Langkah strategis ini bertujuan menyulap wilayah pesisir Sorue Jaya tidak hanya sebagai tempat mencari ikan, tetapi sebagai pusat aktivitas ekonomi yang inklusif, digital, dan mandiri.
Nelayan Go Digital dan Mandiri Finansial
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menegaskan bahwa sinergi ini adalah kunci untuk memutus keterbatasan akses keuangan bagi masyarakat pesisir.
Dengan masuknya program EKI, nelayan dan pelaku usaha lokal akan mendapatkan akses layanan keuangan yang lebih luas, mulai dari pembiayaan usaha hingga perlindungan sosial.
“Masyarakat tidak hanya mendapatkan perbaikan sarana fisik, tetapi juga akses transaksi keuangan dan pembiayaan yang mendukung peningkatan ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Bismi.
Dukungan nyata juga datang dari Bank Indonesia yang berkomitmen menyediakan konektivitas internet gratis selama satu tahun untuk mendukung digitalisasi sektor perikanan dan layanan keuangan digital di kawasan tersebut.
Transformasi Wisata Bahari dan Konservasi
Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim, menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur pendukung di Desa Sorue Jaya.
Selain penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai motor ekonomi, kawasan ini memiliki potensi wisata yang sangat menjanjikan, antara lain:
-
Wisata Bahari: Jalur perjalanan perahu strategis dari Toronipa menuju Pulau Labengki.
-
Ekowisata: Pengembangan hutan mangrove seluas 10 hektare.
-
Wisata Edukasi: Konservasi penyu laut yang akan menjadi daya tarik wisatawan.
“Kami tengah menyiapkan penerangan bertenaga surya, pagar pengamanan, hingga pintu portal untuk menata kawasan ini sebelum peresmian,” ungkap Syamsul Ibrahim.
Dukungan Perbankan dan Pemberantasan Kelompok Perempuan
Lembaga jasa keuangan yang hadir dalam pertemuan tersebut turut menyatakan komitmennya dalam memperluas jaminan sosial dan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro.
Menariknya, program ini juga menyasar pemberdayaan kelompok perempuan di kawasan pesisir agar lebih aktif dalam menggerakkan roda ekonomi keluarga.
Dengan sinergi lintas sektor ini, Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Sorue Jaya diharapkan tumbuh menjadi ekosistem ekonomi yang tangguh, di mana teknologi digital dan akses keuangan berjalan beriringan dengan kearifan lokal masyarakat nelayan.***
Redaksi







Komentar