Sultra Siapkan Strategi Adaptif Hadapi Tekanan Global, Gubernur Dorong Efisiensi dan Opsi WFH

SULTRA227 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mulai menyiapkan langkah adaptif untuk menjaga stabilitas pemerintahan di tengah tekanan global.

Hal ini ditegaskan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka saat memimpin apel gabungan perdana pasca Idul Fitri di Lapangan Kantor Gubernur, Senin 30 Maret 2025.

Apel tersebut berlangsung dalam suasana hangat, ditandai dengan saling berjabat tangan antarpegawai sebagai bentuk silaturahmi usai Hari Raya. Momentum ini sekaligus menjadi titik awal untuk kembali menjalankan tugas dengan semangat baru.

Dalam arahannya, Gubernur menekankan pentingnya efisiensi dan ketepatan dalam setiap program kerja pemerintah. Ia meminta seluruh perangkat daerah meninjau ulang kegiatan agar benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA  Perkuat Pertahanan di Timur, Menhan RI Tinjau Pembangunan Yonif 823 di Baubau Didampingi Gubernur Sultra

“Program yang dirancang harus benar-benar berdampak dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur juga menyoroti dampak ketegangan geopolitik global yang berimbas pada distribusi energi dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut adanya kesadaran bersama untuk melakukan penghematan energi.

Sebagai langkah antisipatif, Pemprov Sultra tengah mempertimbangkan penerapan kebijakan work from home (WFH). Kebijakan ini diharapkan dapat membantu menekan konsumsi BBM, meski pelaksanaannya masih menunggu regulasi resmi.

“WFH diharapkan bisa menjadi bagian dari solusi penghematan energi,” ujarnya.

Meski demikian, Gubernur mengingatkan agar kinerja aparatur sipil negara tetap optimal, baik bekerja dari kantor maupun dari rumah.

BACA JUGA  Rakerprov KONI Sultra Tegaskan Pembinaan Atlet Berkelanjutan dan Perhatian pada Masa Depan Atlet

Di sisi lain, terkait peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2026, Gubernur menginstruksikan agar pelaksanaannya disesuaikan dengan prinsip efisiensi tanpa mengurangi manfaat bagi masyarakat.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap memprioritaskan penggunaan anggaran pada program strategis, seperti penanggulangan kemiskinan, pembangunan infrastruktur jalan, serta peningkatan sektor pendidikan dan kesehatan.

“Saya pastikan anggaran yang ada digunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Apel gabungan ini menjadi lebih dari sekadar rutinitas. Di tengah keterbatasan dan tantangan global, momen tersebut menjadi pengingat bahwa birokrasi dituntut untuk tetap adaptif, responsif, dan tepat sasaran dalam setiap kebijakan yang diambil.***

Redaksi

Komentar