BI Sultra Tekankan Sinergi dengan Pemda untuk Dorong UMKM dan Ekonomi Syariah

EKONOMI, SULTRA107 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Edwin Permadi menegaskan pentingnya kolaborasi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan UMKM serta penguatan ekonomi syariah di wilayah Sultra.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan Sultra Maimo Sharia Fest 2026 yang menjadi wadah sinergi berbagai pihak dalam memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan.

Edwin menyebut pemerintah daerah merupakan mitra strategis bagi Bank Indonesia dalam menjalankan berbagai program, termasuk dalam mendorong ekspor dan memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM.

“Daerah adalah mitra terbaik bagi kami. Semua program harus sejalan dengan visi dan misi bersama, terutama dalam mendukung UMKM,” jelasnya, Jumat 24 April 2026.

BACA JUGA  Dampak Ekonomi dan Keberlanjutan PT Vale IGP Pomalaa bagi Kolaka

Ia menegaskan, komitmen Bank Indonesia tidak hanya sebatas memberikan dukungan, tetapi juga membuka akses dan peluang bagi pelaku usaha agar dapat berkembang hingga ke pasar yang lebih luas.

“Ketika kita mendukung UMKM, kita juga harus membantu prosesnya dan membuka jalannya. Itu yang terus kami dorong,” tambahnya.

Dalam pengembangan ekonomi syariah, Edwin mengungkapkan bahwa pihaknya turut memberikan perhatian pada pesantren yang memiliki unit usaha produktif. Saat ini, terdapat sekitar 17 pesantren di Sulawesi Tenggara yang telah mengembangkan usaha mandiri, salah satunya di sektor produksi beras.

BACA JUGA  Indosat Permudah Masyarakat Raup Penghasilan Tambahan Lewat Kios myIM3

Menurutnya, dukungan terhadap pesantren tersebut juga berkontribusi pada pengendalian inflasi, mengingat keterlibatan mereka dalam sektor pangan yang strategis.

Selain itu, program pengembangan UMKM dan ekonomi syariah juga dijalankan secara terintegrasi bersama pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dekranasda dan pelaku usaha di tingkat kabupaten/kota.

Edwin menekankan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

“Intinya, semua yang kita lakukan harus saling mendukung, baik dengan pemerintah daerah maupun stakeholder lainnya,” pungkasnya.***

Komentar