Temu Teater Mahasiswa Nusantara ke-22 Digelar di Kendari, Usung Tema “Suara Tanah Lulo”

RAGAM91 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Temu Teater Mahasiswa Nusantara (Temu Teman) ke-22 akan di gelar di Kota Kendari pada awal September 2026 mendatang.

Kegiata dengan skala nasional ini akan mempertemukan lembaga seni kampus, komunitas teater, hingga pegiat seni dari berbagai daerah di Indonesia. Temu Teman dikenal sebagai ruang silaturahmi dan pertukaran gagasan untuk memperkuat jaringan seni serta budaya antarmahasiswa.

Ketua Panitia Temu Teman, Fatmadillah mengatakan persiapan kegiatan saat ini terus dimatangkan. Sejumlah lembaga seni kampus di Kota Kendari juga dilibatkan dalam kepanitiaan sebagai bentuk kerja kolektif untuk menyukseskan acara tersebut.

“Temu Teman ke-22 tahun ini mengangkat tema “Suara Tanah Lulo”. Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap isu lingkungan dan budaya yang berkembang di Sulawesi Tenggar,” jelasnya melalui rilis tertulisnya, Rabu 29 April 2026.

BACA JUGA  Bupati Kudus Pelajari Strategi Peningkatan IPM di Kota Kendari

Dijelaskan, “Suara Tanah Lulo” menggambarkan hubungan erat antara manusia, budaya, dan alam yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Sulawesi Tenggara.

Kata “suara” dimaknai sebagai panggilan, cerita, doa, harapan, hingga jeritan masyarakat. Sementara “tanah” melambangkan asal-usul, warisan leluhur, sumber kehidupan, dan lingkungan tempat masyarakat berpijak. Adapun “lulo” merupakan tarian khas Sulawesi Tenggara yang menjadi simbol kebersamaan, kesetaraan, dan keharmonisan sosial.

‘Suara Tanah Lulo’ adalah tentang bagaimana tanah, budaya, dan asal-usul berbicara menyampaikan pesan mengenai kebersamaan, kehilangan, dan identitas di tengah perubahan zaman,” ujar Fatmadillah.

BACA JUGA  Rakerda Dekranasda 2025 Dorong Penguatan Industri Kerajinan Kota Kendari

selain itu, panitia telah menyiapkan konsep kegiatan yang diklaim berbeda dari pelaksanaan Temu Teman sebelumnya. Konsep tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta yang hadir di Kendari.

Panitia juga berharap kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara maupun Pemerintah Kota Kendari, serta keterlibatan berbagai pihak demi menyukseskan agenda nasional tersebut.
Saat ini, proposal dan undangan untuk peserta dari berbagai lembaga seni kampus di Indonesia tengah dirampungkan dan akan segera disebarkan.

“Semoga kegiatan ini menjadi salah satu pemantik untuk terus menyalakan api kesenian di Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.

Komentar