Mentan Amran Gerak Cepat Tangani Banjir Kendari, Gelontorkan Bantuan hingga Rp10 Miliar

HEADLINE, NASIONAL70 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman bergerak cepat merespons bencana banjir yang melanda Kota Kendari dan sekitarnya.

Bahkan, sejak subuh hari saat mendapatkan laporan, Menteri Amran langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan penanganan pangan, pertanian, hingga infrastruktur segera dilakukan.

Pihaknya mengaku langsung menghubungi Wali Kota Kendari, Gubernur Sulawesi Tenggara, dan Wakil Gubernur begitu menerima laporan kondisi banjir.

“Subuh kami dapat laporan, langsung kami telepon Ibu Wali Kota, Pak Gubernur, dan Pak Wagub bahwa kami datang. Seluruh masalah pangan sudah kami putuskan, mulai dari pertanian, irigasi, hingga bantuan masyarakat,” jelasnya, Selasa 12 Mei 2026.

Sebagai bentuk penanganan darurat, pemerintah menyalurkan bantuan pangan berupa beras, minyak goreng, serta bantuan alat dan mesin pertanian untuk lahan terdampak seluas sekitar 2.000 hektare. Nilai bantuan tersebut diperkirakan mencapai Rp10 miliar.

BACA JUGA  PLN UIP Sulawesi Perkuat Kesiapsiagaan Banjir di Katimbang Lewat Program Desa Siaga Bencana

Tak hanya itu, Kementerian Pertanian juga menyiapkan bantuan dryer atau alat pengering hasil panen guna membantu petani pascabanjir.

Selain itu, Mentan Amran juga menyerahkan bantuan tambahan sebesar Rp500 juta untuk kebutuhan logistik masyarakat terdampak banjir di kali wanggu, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.

“Saya pernah merasakan bencana seperti ini. Karena ini kampung halaman saya, saya tahu betul kondisi di sini,” katanya.

Amran juga menegaskan bahwa akar persoalan banjir harus segera diselesaikan. Ia menyebut pembangunan tanggul menjadi langkah utama yang kini dipercepat bersama Kementerian Pekerjaan Umum.

BACA JUGA  Berhasil di Desa Muara Tinobu dan Laramo, Mendes Bakal Replikasi Program Desa Inovasi di Seluruh Indonesia

“Kami sudah telepon Dirjen Kementerian PU yang bertanggung jawab. Alatnya sudah siap, kami minta paling lambat satu sampai dua minggu selesai supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

Menteri amran juga meminta keoada Pemerintah Kota kendari untuk memperpanjang status darurat bencana apabila kondisi banjir di Kali Wanggu masih tinggi.

“Ini di perlukan agar bantuan pangan dan logistik dapat terus disalurkan tanpa hambatan,”jelasnya.

Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden untuk menempatkan penyelamatan masyarakat dan distribusi pangan sebagai prioritas utama saat bencana terjadi.

“Pangan itu tidak bisa ditunda. Tadi subuh saya langsung telepon Bulog kirim beras dan minyak goreng sekarang juga. Bantuan harus didahulukan,” pungkasnya.

Komentar