OJK dan UNS Bangun Kolaborasi Cetak Generasi Melek Finansial di Era Ekonomi Digital

EKONOMI42 Dilihat

IndeksSultra.com, Solo- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Universitas Negeri Sebelas Maret memperkuat kolaborasi edukasi keuangan digital untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam mengelola investasi digital.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Digital Financial Literacy (DFL) yang digelar di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS dan diikuti sekitar 500 peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, pelaku industri, hingga masyarakat umum.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, mengatakan keberhasilan pengembangan sektor keuangan digital tidak hanya bergantung pada teknologi dan regulasi, tetapi juga kualitas pemahaman masyarakat.

BACA JUGA  PLN UIP Sulawesi Edukasi Keselamatan Listrik di SMAN 21 Makassar, Antisipasi Risiko Saat Bencana

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem keuangan digital yang sehat melalui sinergi antara regulator, akademisi, industri, pemerintah daerah, dan komunitas.

“OJK bersama perguruan tinggi dapat menjadi orkestrator kolaborasi untuk mendorong ekosistem keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Adi.

Sementara itu, Rektor UNS, Hartono, menilai literasi keuangan digital menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya penggunaan aset digital dan maraknya kasus penipuan investasi daring.

Ia menyebut masih banyak generasi muda yang menjadi korban kejahatan finansial digital karena keputusan investasi dilakukan secara emosional tanpa pemahaman yang kuat.

BACA JUGA  Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Kunjungi PT Vale, Dorong Industri Hijau sebagai Landasan Pembangunan Berkelanjutan

“Kolaborasi ini menjadi bukti nyata sinergi regulator dan perguruan tinggi dalam membangun generasi muda yang melek teknologi sekaligus memiliki literasi keuangan yang baik,” ujarnya.

Kegiatan DFL menghadirkan berbagai narasumber dari regulator, akademisi, asosiasi blockchain, hingga praktisi keuangan untuk membahas perkembangan kripto, tokenisasi aset, perencanaan keuangan, serta tantangan pengawasan di era transformasi digital.

Melalui kegiatan tersebut, OJK berharap masyarakat semakin cerdas secara finansial, aman secara digital, dan lebih bijak dalam menentukan keputusan investasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi keuangan.

Komentar