IndeksSultra.com, Kendari- Pergantian kepemimpinan di Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) membawa pesan tegas terkait penguatan keamanan daerah.
Kapolda Sultra yang baru, Brigjen Pol Dr. Himawan Bayu Aji, langsung menaruh perhatian pada sejumlah persoalan yang dinilai menjadi tantangan serius, mulai dari penyalahgunaan narkoba, aksi pembegalan, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), hingga ancaman kejahatan siber.
Mengawali tugasnya di Bumi Anoa, Brigjen Pol Himawan menyampaikan izin kepada masyarakat Sultra sekaligus meminta dukungan dalam menjalankan amanah sebagai Kapolda Sultra.
Pihaknya, menegaskan seluruh langkah dan kebijakan yang diambil akan berpedoman pada arahan Kapolri.
“Mohon izin kami bergabung untuk melaksanakan tugas kepada masyarakat Sulawesi Tenggara dan dapat menerima kami. Kami melaksanakan tugas berdasarkan amanah dari Bapak Kapolri,” ujarnya, Kamis 21 Mei 2026
Sebagai strategi awal, Polda Sultra akan melakukan evaluasi dan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Langkah tersebut dilakukan untuk membaca secara detail potensi kerawanan yang berkembang di daerah.
Menurutnya, Sultra dinilai cukup kondusif dengan hubungan masyarakat dan aparat yang solid, Himawan menegaskan kepolisian tetap menyiapkan langkah antisipatif terhadap berbagai tindak kejahatan yang meresahkan warga.
Menurutnya, pendekatan kepolisian tidak semata-mata bertumpu pada tindakan represif. Penegakan hukum tetap dilakukan, namun ditempatkan sebagai ultimum remedium atau langkah terakhir setelah upaya pencegahan dan mitigasi dijalankan secara maksimal.
“Kami akan melihat evaluasi dan analisa kondisi kamtibmas saat ini sebagai acuan pelaksanaan tugas berikutnya. Informasi awal menunjukkan kondusifitas Sultra cukup baik, sehingga langkah-langkah yang dilakukan nantinya menyesuaikan dengan jenis tindak pidana atau kejahatan yang terjadi,” jelasnya.
Tak hanya kejahatan jalanan, Kapolda baru juga menaruh perhatian pada dinamika keamanan di kawasan pertambangan nikel yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi Sultra. Menurutnya, persoalan di wilayah lingkar tambang membutuhkan pendekatan kolaboratif melalui komunikasi dan pertukaran informasi antarpemangku kepentingan.
Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk memahami akar persoalan sekaligus merumuskan solusi yang tepat terhadap berbagai potensi konflik maupun gangguan keamanan.
“Kerja sama dengan stakeholder menjadi penting untuk menganalisis dan mengevaluasi apa yang sebenarnya terjadi. Sharing informasi menjadi poin utama agar solusi yang diambil benar-benar tepat,” katanya.
Selain itu, Himawan juga memberi perhatian khusus terhadap perkembangan kejahatan digital yang semakin kompleks dan sulit dilacak. Ia mengingatkan bahwa kejahatan siber bersifat lintas wilayah dan tidak mengenal batas geografis, sehingga masyarakat harus memperkuat kewaspadaan melalui peningkatan literasi digital.
“Kejahatan siber itu transaksional dan borderless. Pelaku dan korban bisa berada di mana saja. Karena itu mitigasi dan edukasi preemtif-preventif menjadi penting agar masyarakat mampu menjaga diri dan tidak menjadi korban kejahatan,” pungkasnya.***
Redaksi







Komentar