IndeksSultra.com, Kendari- Perkembangan layanan keuangan digital di Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menunjukkan tren positif.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra mencatat pertumbuhan industri keuangan non-bank (IKNB), termasuk pembiayaan dan fintech lending, semakin memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis teknologi.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menyebut berkembangnya layanan keuangan digital menjadi salah satu penopang stabilitas industri jasa keuangan daerah.
“Pada sektor asuransi, total premi hingga Maret 2026 tercatat sebesar Rp168,70 miliar atau tumbuh 1,9 persen secara tahunan,” jelasnya, Rabu 20 Mei 2026 melalui siaran persnya.
Sementara industri pembiayaan membukukan outstanding pembiayaan Rp6,90 triliun dengan rasio pembiayaan bermasalah atau NPF sebesar 2,65 persen yang masih tergolong terjaga.
Di sektor fintech lending, outstanding pinjaman per Desember 2025 mencapai Rp804,60 miliar atau tumbuh 28,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Tingkat wanprestasi 90 hari atau TWP90 juga berada pada level terkendali sebesar 1,48 persen.
“Data tersebut menunjukkan masyarakat semakin memanfaatkan layanan keuangan digital seiring meningkatnya akses dan inklusi keuangan berbasis teknologi di Sulawesi Tenggara,” pungkasnya,
Ditegaskan, OJK terus mengawasi pertumbuhan sektor digital agar tetap sehat sekaligus memberi perlindungan kepada masyarakat sebagai pengguna layanan keuangan.






Komentar