Indosat, Kemnaker dan Wadhwani Foundation Bersinergi Cetak 1 Juta Talenta Digital Berbasis AI

RAGAM87 Dilihat

IndeksSultra.com, Jakarta- Upaya memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di era digital terus dipercepat. Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI), dan Wadhwani Foundation resmi menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas pelatihan kecerdasan artifisial (AI), keterampilan digital, dan kewirausahaan bagi masyarakat Indonesia.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penguatan Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional yang berlangsung di Jakarta pada 5 Mei 2026. Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam mendorong lahirnya satu juta talenta digital serta 100 ribu wirausahawan melalui pelatihan berbasis teknologi.

Melalui kemitraan ini, program pelatihan diperluas ke jaringan 24 Balai Latihan Kerja (BLK) Kemnaker dengan mengintegrasikan platform AI milik Wadhwani Foundation, yakni JobReady dan Genie AI, ke dalam ekosistem SIAPKerja Kemnaker.

Integrasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan kerja peserta melalui layanan bimbingan karier yang lebih personal, pembelajaran adaptif berbasis AI, serta modul pelatihan yang disusun sesuai kebutuhan industri terkini.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menilai transformasi dunia kerja akibat digitalisasi dan perkembangan teknologi telah menciptakan tantangan baru berupa kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri.

Menurutnya, Indonesia memiliki bonus demografi besar yang harus dioptimalkan melalui intervensi yang tepat agar tidak berubah menjadi beban pembangunan.

BACA JUGA  Transparansi dan Keberlanjutan: PT Vale Indonesia Diakui di Asia Sustainability Reporting Awards ke-10

“Kesepahaman bersama ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui pendekatan yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis teknologi,” ujarnya.

Aspek inklusivitas juga menjadi perhatian utama dalam kolaborasi tersebut. Ketiga pihak berkomitmen menyediakan aksesibilitas dan akomodasi yang layak bagi tenaga kerja penyandang disabilitas di seluruh BLK Kemnaker.

Indosat bertanggung jawab pada dukungan aksesibilitas digital, sementara Wadhwani Foundation menyiapkan modul pelatihan berbasis plug-and-play yang dapat disesuaikan dengan ragam kebutuhan peserta.

President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyebut kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong demokratisasi AI di Indonesia.

Menurutnya, kecerdasan artifisial tidak hanya berkaitan dengan inovasi teknologi, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat dan generasi muda.

“AI harus mampu menghadirkan manfaat nyata, membuka peluang lebih luas, dan meningkatkan pengalaman masyarakat melalui teknologi yang relevan,” kata Vikram.

Sementara itu, President Wadhwani Entrepreneurship, Meetul B. Patel, menekankan pentingnya pelatihan yang selaras dengan kebutuhan industri.

Ia menyebut integrasi dengan SIAPKerja dan dukungan 24 BLK memungkinkan program menjangkau jutaan anak muda Indonesia secara terukur dengan materi yang sesuai kebutuhan pasar kerja saat ini.

Secara implementatif, Kemnaker memperkuat program melalui dukungan kebijakan dan jaringan BLK, Wadhwani Foundation menyediakan kurikulum, Learning Management System (LMS), serta platform JobReady dan Genie AI, sedangkan Indosat mendukung konektivitas, pengembangan kapasitas digital hingga inkubasi bisnis bagi Tenaga Kerja Mandiri (TKM).

BACA JUGA  Ditlantas Polda Sultra Ikuti Evaluasi Nasional Ops Ketupat 2026 di Semarang

Kolaborasi tersebut langsung diwujudkan melalui Workshop Kewirausahaan berbasis AI yang digelar secara daring pada 10–14 Mei 2026.

Sebanyak 8.744 peserta dari lebih dari 20 daerah di Indonesia mengikuti pelatihan tersebut dan menghasilkan lebih dari 1.200 ide usaha baru yang dinilai berpotensi berkembang menjadi bisnis berkelanjutan.

Dari program awal itu, diproyeksikan tercipta sekitar 3.000 hingga 5.000 lapangan kerja baru dalam beberapa tahun mendatang sebagai kontribusi terhadap penguatan ekonomi nasional.

Peserta yang menyelesaikan pelatihan akan memperoleh sertifikat kolaboratif dari Kemnaker, Indosat dan Wadhwani Foundation yang diakui secara nasional maupun global.

Tak hanya menyasar pencari kerja dan calon wirausahawan, program penguatan AI dan kecerdasan digital ini juga diperuntukkan bagi pegawai Kemnaker sebagai bagian dari peningkatan kapasitas internal menghadapi perubahan dunia kerja.

Program akan dievaluasi secara berkala setiap enam bulan melalui pendekatan berbasis data. Nota kesepahaman tersebut berlaku sejak 5 Mei 2026 hingga 2029 dengan kemungkinan diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama.

Komentar