OJK Sebut Ketahanan Sektor Keuangan Nasional Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global

EKONOMI3 Dilihat

IndeksSultra.com, Jakarta- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa sektor jasa keuangan Indonesia masih berada dalam kondisi stabil meskipun tekanan terhadap perekonomian global terus meningkat. Penilaian tersebut disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan yang menyoroti perkembangan ekonomi dan sektor keuangan hingga akhir Mei 2026.

Menurut OJK, ketidakpastian global masih dipengaruhi oleh konflik geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada tingginya harga energi dunia. Kondisi tersebut memicu kenaikan inflasi di berbagai negara dan memperbesar kemungkinan suku bunga global tetap berada pada level tinggi dalam jangka waktu yang lebih panjang. Situasi ini turut memengaruhi pergerakan pasar keuangan internasional dan meningkatkan volatilitas aliran modal.

Meski menghadapi tantangan tersebut, ekonomi global dinilai masih cukup tangguh. Amerika Serikat masih menunjukkan ketahanan berkat kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, sementara aktivitas manufaktur dunia tetap berada pada jalur ekspansi meski pertumbuhannya mulai melambat. Di sisi lain, Tiongkok masih menghadapi tekanan dari lemahnya permintaan domestik dan investasi.

BACA JUGA  Sultra Maimo 2025 Sukses Digelar, BI Catat Transaksi UMKM Capai Rp3 Miliar

Di Indonesia, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan kondisi yang relatif positif. Aktivitas manufaktur kembali tumbuh pada Mei 2026 dan inflasi tetap terkendali meskipun terdorong oleh kenaikan harga energi global. Selain itu, Indonesia masih mencatat surplus neraca perdagangan yang menjadi salah satu penopang stabilitas ekonomi nasional.

Sementara itu, pasar modal domestik mengalami fase penyesuaian selama Mei 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah seiring meningkatnya ketidakpastian global dan aksi penataan portofolio investor. Kendati demikian, aktivitas perdagangan saham tetap tinggi yang tercermin dari peningkatan rata-rata nilai transaksi harian menjadi Rp22,86 triliun.

BACA JUGA  Kemegahan Tenun Tradisional Warnai Fashion Show Kompetisi Wastra di Sultra Maimo 2025

Di tengah fluktuasi pasar, minat masyarakat terhadap investasi terus bertumbuh. Jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 27,75 juta orang hingga akhir Mei 2026 atau meningkat lebih dari 36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. OJK menilai tren ini menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam pasar keuangan sekaligus memperkuat peran pasar modal sebagai sumber pembiayaan bagi dunia usaha.

Sepanjang tahun berjalan hingga Mei 2026, penghimpunan dana korporasi melalui pasar modal tercatat mencapai Rp68,18 triliun. Capaian tersebut menegaskan bahwa pasar modal tetap menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung kebutuhan pendanaan jangka panjang serta pertumbuhan ekonomi nasional.

Komentar