OJK Ajak Mahasiswa Gontor Jadi Investor Syariah yang Cerdas dan Paham Risiko

EKONOMI, NASIONAL76 Dilihat

IndeksSultra.com, Ponorogo- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas edukasi pasar modal syariah kepada generasi muda melalui penyelenggaraan kuliah umum di Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis 3 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan sekaligus mendorong lahirnya investor muda yang memahami prinsip investasi yang aman dan sesuai syariah.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal terus mengalami pertumbuhan. Hingga pertengahan Mei 2026, jumlah investor pasar modal di Indonesia telah mencapai sekitar 28,1 juta orang, dengan lebih dari separuhnya berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun.

Ia menambahkan, Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu daerah dengan jumlah investor terbesar di Indonesia. Saat ini, tercatat sekitar 3,1 juta investor berasal dari provinsi tersebut, menempatkannya di posisi ketiga secara nasional setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

BACA JUGA  PT Vale Panen Bersama Demplot Padi Berkelanjutan di Kolaka, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Hasan menegaskan bahwa peningkatan jumlah investor harus dibarengi dengan pemahaman yang baik mengenai karakteristik investasi, termasuk instrumen berbasis syariah. Menurutnya, investasi saham berbeda dengan praktik perjudian karena memiliki dasar hukum dan mekanisme yang jelas serta didukung oleh fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Ia juga menjelaskan bahwa transaksi saham syariah dilakukan melalui Sharia Online Trading System (SOTS) yang dirancang agar seluruh aktivitas investasi tetap sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Dalam kesempatan tersebut, OJK turut mengapresiasi pembukaan rekening efek oleh mahasiswa Universitas Darussalam Gontor. Langkah itu diharapkan menjadi awal bagi mahasiswa untuk mulai mengenal investasi secara legal, bertanggung jawab, dan dilakukan secara bertahap.

Hasan mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah tergoda tren investasi tanpa memahami risiko yang melekat pada setiap instrumen. Ia mengajak calon investor selalu berpegang pada prinsip 2L, yakni memastikan investasi bersifat Legal dan Logis sebelum mengambil keputusan.

BACA JUGA  Diperkuat Sovereign AI Factory, Indosat Dorong Ketahanan Digital Lewat Inovasi Anti-Scam

Sementara itu, Rektor Universitas Darussalam Gontor, Hamid Fahmy Zarkasyi, menyambut baik pelaksanaan kuliah umum tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai investasi sangat penting agar mahasiswa mampu mengelola keuangan secara bijak dan terhindar dari berbagai bentuk penipuan berkedok investasi digital.

Kegiatan di Gontor merupakan bagian dari rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Jawa Timur. Selain menyasar kalangan mahasiswa, program tersebut juga mencakup sosialisasi kepada aparatur sipil negara di Kota Kediri, talkshow edukasi pasar modal melalui media radio, serta penyuluhan mengenai perdagangan karbon bagi lembaga jasa keuangan dan pelaku industri di Kota Madiun.

Melalui program tersebut, OJK berharap literasi dan inklusi pasar modal terus meningkat sehingga semakin banyak masyarakat yang berinvestasi secara cerdas, legal, dan memahami risiko, sekaligus memperluas basis investor domestik di Indonesia.

Komentar