Kapolri Tekankan Keamanan dan Hubungan Industrial untuk Jaga Investasi

HUKUM74 Dilihat

IndeksSultra.com, Bekasi- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan kondusivitas kawasan industri sebagai bagian penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat di Indonesia.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan stabilitas keamanan menjadi salah satu fondasi utama agar kegiatan usaha dapat berjalan secara berkelanjutan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat 11 September 2026.

Menurut Sigit, Indonesia memiliki daya tarik investasi yang besar karena ditopang sumber daya alam serta pasar domestik yang luas. Namun, potensi tersebut perlu didukung kepastian hukum dan kondisi keamanan yang terjaga.

“Satu hal yang harus kita jaga adalah bagaimana iklim investasi tetap kondusif. Stabilitas kamtibmas dan keamanan menjadi syarat utama,” ujar Sigit.

Kegiatan yang mengusung tema “Hubungan Industrial Berkeadilan dan Kondusivitas Investasi” tersebut diikuti sekitar 2.000 pekerja dari kurang lebih 1.200 perusahaan yang berada di kawasan industri MM2100 dan sekitarnya.

BACA JUGA  Polresta Kendari Tangkap Pengedar Sabu di Konawe Selatan, Sita 18 Paket Narkotika

Kapolri menilai keamanan kawasan industri memiliki dampak langsung terhadap keberlangsungan perusahaan dan kepastian lapangan pekerjaan bagi pekerja. Kondisi tersebut menjadi semakin strategis seiring dengan kebijakan pemerintah yang terus mendorong hilirisasi di berbagai sektor, seperti mineral, energi, pangan, dan manufaktur.

Karena itu, Polri memastikan akan terus menjaga keamanan sehingga pelaku usaha dan investor memiliki keyakinan untuk menjalankan maupun mengembangkan kegiatan bisnisnya di Indonesia.

“Polri ingin meyakinkan para pengusaha dan investor bahwa Indonesia merupakan tempat yang aman dan kondusif untuk berinvestasi,” kata Sigit.

Ia juga meminta para pelaku usaha segera melaporkan apabila menemukan praktik pungutan liar, premanisme, ataupun tindak kejahatan lain yang berpotensi mengganggu aktivitas perusahaan.

Sigit menegaskan setiap laporan yang masuk harus segera ditindaklanjuti oleh jajaran kepolisian sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Bagi pengusaha dan perusahaan yang masih menemukan aksi premanisme, pungli, maupun kejahatan lainnya, silakan dilaporkan. Saya minta kepolisian segera menindaklanjuti agar investor tidak ragu untuk masuk ke Indonesia,” tegasnya.

BACA JUGA  Kapolda Sultra Tinjau Pengamanan Wisata, Pastikan Pantai Toronipa Aman Selama Libur Lebaran

Di sisi lain, Kapolri menyebut keamanan bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberlangsungan dunia usaha. Hubungan industrial yang harmonis antara perusahaan dan pekerja juga harus terus dibangun.

Perbedaan kepentingan yang muncul, menurutnya, perlu diselesaikan melalui komunikasi, dialog, dan musyawarah sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang mengganggu aktivitas produksi.

Kapolri juga mendorong perusahaan menempatkan pekerja sebagai mitra strategis dan aset penting dalam menjalankan usaha. Perusahaan diminta menaati ketentuan yang berlaku serta memenuhi hak-hak pekerja.

Sementara itu, para pekerja diharapkan terus meningkatkan profesionalisme, kedisiplinan, serta etos kerja untuk mendukung pertumbuhan perusahaan.

Sigit menilai kesejahteraan pekerja, keberlangsungan dunia usaha, dan stabilitas keamanan harus berjalan beriringan. Ketiganya menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan.

“Dengan semangat persatuan, kemitraan, saling menghormati, dan gotong royong, mari kita wujudkan dunia usaha yang maju, pekerja yang semakin sejahtera, dan stabilitas kamtibmas yang terjaga,” pungkas Kapolri.

Komentar