Satgas Damai Cartenz Dampingi Anak-anak di Ilaga Lewat Terapi Bermain

HUKUM80 Dilihat

IndeksSultra.com, Papua Pegunungan- Pendekatan humanis terus dilakukan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz 2026 dalam menjalankan tugas di wilayah Papua Pegunungan.

Salah satunya melalui pendampingan psikologis bagi anak-anak di SD Inpres Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.

Personel Satgas bersama Tim Support Psikologi mengajak para siswa bermain dan berinteraksi dalam suasana santai, Jumat 4 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang yang nyaman bagi anak-anak untuk berkomunikasi sekaligus mendapatkan dukungan psikologis.

Kegiatan dipimpin Wakasatgas Banops Damai Cartenz 2026 AKP Ferdinan Alfa Pikey, S.Tr.K., S.I.K. Para personel tidak hanya hadir untuk memberikan bantuan, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas siswa.

Setibanya di sekolah, personel mengawali kegiatan dengan membangun komunikasi sederhana bersama anak-anak. Mereka berbincang, mengikuti permainan, dan berbaur dengan para siswa sebelum kegiatan terapi bermain dimulai.

Tim Support Psikologi kemudian mengarahkan anak-anak mengikuti sejumlah aktivitas permainan. Pendekatan tersebut dilakukan secara santai agar siswa dapat berinteraksi tanpa merasa sedang mengikuti kegiatan formal.

Kehadiran personel di tengah-tengah siswa juga membuat komunikasi berlangsung lebih natural. Sebagian anak mengikuti permainan secara berkelompok, sementara lainnya memilih berinteraksi langsung dengan personel yang berada di sekitar mereka.

Melalui aktivitas tersebut, tim psikologi berupaya menciptakan ruang interaksi yang dekat dengan keseharian anak. Sementara bagi para siswa, kegiatan itu menjadi kesempatan untuk bermain sekaligus mengenal personel kepolisian dalam suasana yang lebih akrab.

BACA JUGA  Kapolri Pimpin Apel Akbar Kokam Pemuda Muhammadiyah 2025 di Yogyakarta, Tegaskan Sinergi Ketahanan Pangan

Usai terapi bermain, Satgas menyerahkan tas dan perlengkapan alat tulis kepada para siswa. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan anak-anak dalam menjalani aktivitas belajar di sekolah.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan pendampingan terhadap anak-anak perlu memperhatikan aspek psikologis dan pendidikan.

“Anak-anak membutuhkan ruang yang aman dan nyaman untuk belajar, bermain, dan berinteraksi. Pendampingan melalui terapi bermain menjadi salah satu cara membangun komunikasi sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk berekspresi,” kata Faizal.

Ia juga mengingatkan personel agar mengedepankan pendekatan yang sesuai dengan kondisi masyarakat ketika melaksanakan kegiatan di lapangan.

Menurut Faizal, interaksi dengan anak-anak tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan formal. Ruang untuk bermain dan berbicara dinilai dapat membantu personel memahami kondisi mereka sekaligus memastikan kehadiran kepolisian memberikan manfaat.

“Berikan ruang kepada mereka untuk bermain, berbicara, dan berinteraksi. Dengan begitu, kita dapat memahami mereka sekaligus memastikan kegiatan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat,” ujarnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan terapi bermain menjadi sarana untuk membangun interaksi yang lebih dekat antara personel dan anak-anak.

BACA JUGA  Polda Sultra Cetak Prestasi di Kapolri Cup 2026, Bawa Pulang 10 Medali Karate

“Terapi bermain membuat interaksi dengan anak-anak berlangsung lebih natural. Mereka dapat bermain, berkomunikasi, dan mengikuti kegiatan bersama personel dalam suasana yang nyaman,” katanya.

Adarma mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada pemberian bantuan perlengkapan sekolah. Kehadiran personel juga diharapkan dapat memberikan pengalaman positif bagi anak-anak di lingkungan sekolah.

Kepala SD Inpres Kago, Kindenius Wonda, S.Th., mengapresiasi perhatian yang diberikan Satgas Damai Cartenz kepada sekolah dan para siswa.

Ia mengatakan anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan bersama personel kepolisian. Bantuan perlengkapan sekolah juga dinilai membantu menunjang kebutuhan siswa dalam proses belajar.

“Anak-anak sangat senang karena bisa bermain dan berinteraksi bersama bapak-bapak polisi. Bantuan perlengkapan sekolah yang diberikan juga sangat membantu anak-anak dalam kegiatan belajar,” ujar Kindenius.

Ia berharap perhatian dan pendampingan terhadap anak-anak dapat terus dilakukan. Kindenius juga mendoakan seluruh personel yang bertugas di Papua agar selalu diberikan keselamatan dalam menjalankan tugas.

Kegiatan di SD Inpres Kago menjadi salah satu bentuk pendekatan persuasif yang dilakukan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz 2026. Melalui interaksi langsung, dukungan psikologis, serta bantuan pendidikan, kepolisian berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendukung tumbuh kembang anak-anak di wilayah penugasan.***

Komentar