IndeksSultra.com, Kendari- Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) agar tidak menjadikan jabatan sekadar rutinitas birokrasi. Setiap tugas dan program pemerintahan harus mampu menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Andi Sumangerukka saat melantik dan mengambil sumpah sejumlah pejabat serta kepala sekolah di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Senin 21 September 2026.
Dalam pelantikan tersebut, Pemprov Sultra mengukuhkan 10 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 27 Pejabat Administrator, 10 Pejabat Pengawas, 32 Pejabat Fungsional, serta 25 kepala sekolah SMA dan SMK.
Sejumlah pejabat yang dilantik antara lain Andi Makkawaru Isa Zarny Jassin sebagai Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, La Ode Muhammad Ali Haswandy sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta La Ode Muhammad Shalihin sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Sementara dari jajaran kepala sekolah, di antaranya Nur Aida dipercaya memimpin SMAN 1 Kendari, Irwan Alimuddin sebagai Kepala SMAN 2 Kendari, dan Muhalip sebagai Kepala SMKN 2 Kendari.
Andi Sumangerukka mengatakan pelantikan tersebut merupakan bagian dari penataan organisasi dan pengembangan sumber daya manusia ASN. Pengisian jabatan juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas birokrasi dalam menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Mutasi dan promosi jabatan yang baru saja dilaksanakan merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Sultra dalam menerapkan merit sistem untuk pembinaan karier ASN dan kebutuhan organisasi perangkat daerah berdasarkan kompetensi, kinerja, dan integritas,” kata Andi Sumangerukka.
Ia meminta pejabat yang baru dilantik segera memahami tugas dan fungsi masing-masing, membangun koordinasi, bekerja secara terukur, serta mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan.
Menurutnya, program yang telah dirancang pemerintah harus memiliki dampak yang jelas terhadap kehidupan masyarakat. Pemprov Sultra saat ini mengarahkan pembangunan pada empat sektor prioritas, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta ketahanan pangan berbasis agromaritim.
Keempat sektor tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius.
Andi juga menekankan perlunya perubahan pola pikir dalam pelaksanaan tugas pemerintahan. ASN, kata dia, tidak boleh hanya berorientasi pada penyelesaian administrasi dan rutinitas program, tetapi harus memastikan hasil pekerjaan memberikan manfaat nyata.
Ada tiga hal yang ditekankan kepada para ASN. Pertama, setiap program dan kegiatan harus menghasilkan capaian yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
Kedua, target kinerja yang telah ditetapkan harus diwujudkan secara konsisten. Perjanjian kinerja tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, melainkan harus menjadi komitmen yang dilaksanakan secara jujur dan bertanggung jawab.
Ketiga, anggaran pemerintah harus dikelola secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel karena bersumber dari uang rakyat.
Perhatian khusus juga diberikan kepada kepala sekolah yang mendapat amanah memimpin sekolah dalam klaster SMA unggulan Provinsi Sultra.
Andi Sumangerukka menegaskan, ukuran sekolah unggulan tidak semata-mata dilihat dari bangunan, fasilitas maupun prestasi akademik. Sekolah juga harus mampu membentuk karakter dan kapasitas peserta didik.
“SMA unggulan bukan hanya tentang gedung yang baik, fasilitas yang lengkap, atau prestasi akademik semata. Tetapi melalui SMA unggulan kita ingin melahirkan generasi muda Sultra yang unggul dalam ilmu pengetahuan, karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, kreativitas, dan memiliki daya saing, serta siap menjadi pemimpin di masa depan,” tegasnya.
Ia meminta kepala sekolah memperkuat kualitas guru dan peserta didik. Sekolah dalam klaster unggulan juga diharapkan menjadi pusat pembinaan talenta dan prestasi generasi muda Sultra, baik di bidang akademik, olahraga, seni, teknologi, kewirausahaan maupun bidang lainnya.
Kepada seluruh pejabat yang dilantik, Andi kembali mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan profesionalisme, disiplin dan integritas.
“Pejabat yang baik tidak bertanya: keuntungan apa yang bisa dia peroleh dari jabatannya?, tetapi manfaat apa yang bisa dia berikan melalui jabatannya?,” ujarnya.
Ia pun meminta seluruh pejabat dan kepala sekolah yang baru dilantik menjaga kepercayaan, integritas dan nama baik institusi serta menjadikan momentum pelantikan sebagai awal untuk meningkatkan kinerja dan pengabdian kepada masyarakat Sultra.***
Redaksi







Komentar