OJK Perluas Literasi Keuangan, UMKM hingga Penyandang Disabilitas Jadi Sasaran

EKONOMI, NASIONAL102 Dilihat

IndeksSultra.com, Bandung- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperluas jangkauan edukasi dan akses layanan keuangan dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelajar, santri, hingga penyandang disabilitas.

Upaya tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang dilaksanakan sepanjang Oktober di berbagai daerah di Indonesia.

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman mengatakan, keterlibatan pemerintah daerah dan industri jasa keuangan menjadi faktor penting dalam memperluas akses pembiayaan, terutama bagi masyarakat yang bergerak di sektor produktif.

“Melalui momentum FinExpo 2026 ini, kami berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat sehingga akses keuangan semakin luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, petani, peternak, dan berbagai sektor produktif lainnya,” kata Darwisman.

Dalam rangkaian BIK 2026, OJK Jawa Barat menggelar 15 kegiatan edukasi keuangan bagi UMKM di wilayah Bogor, Bekasi, dan Purwakarta. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 4.500 pelaku usaha.

Materi edukasi mencakup pengelolaan arus kas, penyusunan pencatatan keuangan, hingga pemahaman mengenai akses pembiayaan secara bijak. Pengetahuan tersebut diharapkan membantu pelaku usaha mengelola keuangan dan mengembangkan kegiatan bisnis.

BACA JUGA  AI-RAN Dorong Transformasi Telekomunikasi Indonesia Bersama Indosat Ooredoo Hutchison, Nokia, dan NVIDIA

Edukasi juga menyasar kalangan pesantren. Pada 10 Oktober 2026, sekitar 2.000 santri Daarut Tauhiid mengikuti kegiatan literasi keuangan yang disertai seremoni pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel).

Program tersebut diarahkan untuk menanamkan budaya menabung, kedisiplinan, serta kemampuan mengelola keuangan sesuai prinsip syariah sejak dini.

OJK Jawa Barat turut memperluas edukasi bagi penyandang disabilitas melalui kegiatan Pekan Tuli Internasional pada 24 Oktober 2026 di Sentra Wyata Guna, Kota Bandung.

Mengusung tema “Menuju Kesetaraan Melalui Inklusi Keuangan”, kegiatan itu menjangkau sekitar 400 peserta penyandang disabilitas.

Rangkaian program meliputi bazar 25 UMKM penyandang disabilitas, edukasi keuangan bagi penyandang disabilitas tuli, penyerahan rekening SimPel dan buku literasi keuangan kepada 10 sekolah luar biasa (SLB), serta perlombaan bagi pelajar SLB dan masyarakat umum.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan perluasan akses keuangan perlu disertai peningkatan pemahaman masyarakat agar layanan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara tepat.

BACA JUGA  OJK Nilai Perubahan Status Hukum Bank Sultra sebagai Langkah Strategis Tingkatkan Daya Saing

Menurutnya, program literasi dan inklusi keuangan harus menjangkau kelompok masyarakat yang memiliki kebutuhan dan karakteristik berbeda, termasuk masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Selain itu, perempuan, pelajar, pemuda, pekerja sektor informal, petani, nelayan, dan masyarakat perdesaan juga menjadi sasaran prioritas.

Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan BIK 2026 yang secara nasional mencatat 6.446 kegiatan dengan jumlah peserta lebih dari 798 ribu orang sepanjang Oktober.

OJK berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah dan industri jasa keuangan dapat terus diperkuat agar akses layanan keuangan semakin merata. Peningkatan literasi juga diharapkan membantu masyarakat memahami manfaat, risiko, biaya, serta hak dan kewajiban dalam menggunakan produk jasa keuangan.

Dengan demikian, inklusi keuangan tidak hanya memperluas kepemilikan rekening, tetapi juga meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan dan memperkuat kesejahteraan keluarga.

Komentar