Polantas Sultra Kedepankan Pendekatan Humanis dalam Operasi Keselamatan Anoa 2026

HUKUM129 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari– Pelaksanaan Operasi Keselamatan Anoa 2026 di Kota Kendari menghadirkan nuansa berbeda. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengedepankan pendekatan humanis melalui kegiatan bertajuk “Polantas Menyapa” yang digelar di Simpang Pos Lantas 9.0 MTQ, Kamis 12 Februari 2026.

Sejak pagi, kegiatan ini menarik perhatian masyarakat karena tidak mengutamakan penindakan, melainkan edukasi langsung kepada pengguna jalan. Petugas kepolisian membagikan helm gratis berstandar SNI kepada pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm, serta memberikan bunga kepada pengendara yang telah tertib berlalu lintas.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Sultra, Gidion Arief Setyawan, didampingi Dirlantas Polda Sultra, Argowiyono, serta dihadiri perwakilan PT Jasa Raharja dan sejumlah pejabat utama Polda Sultra.

BACA JUGA  Pesantren Kilat Ramadan, Ditbinmas Polda Sultra Perkuat Karakter dan Kesadaran Kamtibmas Pelajar

Dalam pelaksanaannya, petugas memberikan pendekatan persuasif kepada pengendara yang melanggar aturan. Alih-alih memberikan sanksi tilang, pengendara yang tidak memakai helm justru diberi helm secara cuma-cuma sebagai bentuk edukasi keselamatan. Sementara itu, pengendara yang sudah patuh diberikan bunga sebagai simbol apresiasi atas kepatuhan mereka.

Selain itu, petugas juga активно menyosialisasikan sejumlah aturan penting, seperti kewajiban menggunakan sabuk pengaman, larangan menggunakan ponsel saat berkendara, serta pentingnya mematuhi rambu lalu lintas.

BACA JUGA  Polda Sultra Salurkan Bantuan Benih Jagung dan Pupuk untuk Petani di Kendari

Melalui pendekatan ini, Ditlantas Polda Sultra berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, bukan karena takut sanksi, tetapi karena memahami pentingnya keselamatan.

Selama kegiatan berlangsung, arus lalu lintas terpantau lancar dan kondusif. Inisiatif humanis ini diharapkan mampu mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, sekaligus mendorong terciptanya budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan di wilayah Sulawesi Tenggara.***

Redaksi

Komentar