Kegiatan ini menyasar pelajar tingkat SMA hingga mahasiswa, sekaligus menjadi bagian dari sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam memeriahkan HUT ke-62 Sultra.
Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya tingkat pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.
Menurutnya, lomba cerdas cermat tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi yang dirancang secara sistematis. Sebelum pelaksanaan lomba, para peserta telah dibekali materi serta mengikuti sesi pembekalan terkait konsep ekonomi syariah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan literasi kepada siswa SMA dan mahasiswa. Sebelum lomba, peserta juga sudah mendapatkan materi dan edukasi agar mereka memahami konsep ekonomi dan keuangan syariah dengan baik,” ujarnya.
Edwin menegaskan, penguatan literasi sejak dini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan. Ia berharap generasi muda dapat menjadi motor penggerak dalam penyebarluasan pemahaman ekonomi syariah di masyarakat.
“Harapannya, anak-anak muda ini semakin paham dan ke depan bisa ikut berkontribusi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, BI Sultra optimistis akan lahir generasi muda yang tidak hanya memahami, tetapi juga mampu menjadi duta literasi ekonomi syariah di lingkungan masing-masing. Langkah ini sejalan dengan visi menjadikan Sulawesi Tenggara sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah di kawasan timur Indonesia.
Komentar