Tenun Masalili Muna Tampil Memikat di Sultra Maimo Sharia Fest 2026

EKONOMI196 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Keindahan kain tenun Masalili asal Kabupaten Muna kembali mencuri perhatian pengunjung dalam ajang Sultra Maimo Sharia Fest 2026.

Salah satu sosok yang menjadi perhatian dalam pameran tersebut adalah Siti Erni, penenun senior dari kelompok Anisa Tenun Masalili yang telah puluhan tahun mengabdikan diri untuk melestarikan warisan budaya daerah.

Keikutsertaan Siti Erni dalam kegiatan yang diinisiasi Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara itu tidak hanya untuk memasarkan produk tenun, tetapi juga menjadi bukti keberhasilan program pembinaan UMKM yang dijalankan BI Sultra.

Siti Erni mengungkapkan, dukungan Bank Indonesia memberikan dampak besar bagi para pengrajin tenun, terutama melalui bantuan alat produksi dan pembinaan koperasi.

BACA JUGA  Honda Premium Matic Day di Grand Mall Maros Disambut Antusias Warga

“Dengan Bank Indonesia yang dikasih bantuan kita ke koperasi,” ujarnya.

Perempuan yang telah menenun sejak usia 16 tahun itu mengaku profesi penenun bukan sekadar pekerjaan, melainkan bagian dari identitas dan warisan budaya yang terus dijaga hingga kini.

Meski sempat menghadapi tantangan pasar, ia tetap mempertahankan kualitas tenun Masalili yang dikenal memiliki motif khas dan nilai seni tinggi.

Menurut Siti Erni, dukungan BI Sultra juga membantu memperluas pemasaran produk melalui berbagai pameran hingga peragaan busana.

BACA JUGA  Pemkot Kendari Mantapkan Peran UMKM sebagai Penopang PAD dan Identitas Daerah

“Pemasarannya sering ikut pameran, dipasangkan juga ada fashion show,” katanya.

Kini, hasil tenun Masalili binaan BI Sultra disebut telah tampil dalam berbagai ajang nasional bahkan menembus pasar internasional, termasuk di Perancis dan sejumlah negara Eropa lainnya.

“Tenun Masalili sudah sering dipamerkan sampai tingkat nasional dan luar negeri,” ungkapnya bangga.

Melalui ajang Sultra Maimo Sharia Fest 2026, Siti Erni berharap pendampingan terhadap pengrajin tenun terus dilakukan agar regenerasi penenun tetap berjalan dan produk wastra Sulawesi Tenggara mampu terus bersaing di pasar global.***

Redaksi

Komentar