Minim Literasi Digital, OJK Genjot Edukasi Keuangan di Konawe Utara

EKONOMI, KONAWE UTARA102 Dilihat

IndeksSultra.com, Konawe Utara- Rendahnya pemanfaatan layanan keuangan digital di masyarakat menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam pelaksanaan edukasi keuangan di Konawe Utara.

Kegiatan yang berlangsung pada 29 hingga 30 April 2026 di Kecamatan Sawa dan Molawe ini diikuti ratusan peserta dari unsur pemerintah, perangkat desa, hingga masyarakat umum.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Konawe Utara, Hasran Abu Bakar, menekankan pentingnya literasi keuangan di tengah meningkatnya kejahatan berbasis digital.

“Pemahaman masyarakat harus ditingkatkan agar mampu membedakan layanan keuangan yang legal dan ilegal, terutama di era digital saat ini,” ujarnya saat membuka kegiatan.

BACA JUGA  Promo Pemilu, Asmo Sulsel Hadirkan Berbagai Tawaran Menarik

Salah satu peserta dari Kecamatan Sawa mengungkapkan bahwa penggunaan layanan perbankan digital di wilayahnya masih belum optimal. Kondisi ini dinilai membuat masyarakat lebih rentan terhadap penipuan serta keterlambatan informasi transaksi.

Merespons hal tersebut, OJK Sultra menghadirkan edukasi yang menekankan pentingnya pengelolaan keuangan, pemahaman produk jasa keuangan, serta kewaspadaan terhadap pinjaman online ilegal dan investasi bodong.

Deputi Kepala OJK Sultra, Indra Natsir Dahlan mengingatkan bahwa hingga April 2026 terdapat 94 penyelenggara pinjaman daring yang telah berizin dan diawasi.

BACA JUGA  Gelar Honda Sport Motoshow, Astra Motor Target Capai 100 Unit Penjualan

“Kami menghimbau masyarakat untuk selalu memeriksa legalitas melalui layanan resmi sebelum menggunakan produk keuangan,” jelasnya.

Harapannya,  masyarakat Konawe Utara semakin cerdas dalam mengambil keputusan finansial, memanfaatkan layanan digital secara aman, serta mampu melindungi diri dari berbagai modus kejahatan keuangan.

“OJK Sultra akan terus memperluas jangkauan edukasi keuangan ke berbagai wilayah guna mendorong literasi dan inklusi keuangan yang lebih merata di daerah,” pungkasnya.

Komentar