Kemenekraf Gandeng Indosat dan Adobe, Dorong Kreativitas Digital Jadi Peluang Ekonomi

EKONOMI86 Dilihat

IndeksSultra.com, Jakarta– Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menggandeng Indosat Ooredoo Hutchison dan Adobe untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).

Kolaborasi yang diumumkan pada 15 Juni 2026 ini bertujuan membantu generasi muda dan para kreator mengubah kreativitas menjadi peluang nyata, mulai dari menciptakan konten, membangun usaha, hingga membuka jalur karier baru di sektor ekonomi digital.

Kerja sama tersebut menggabungkan jangkauan nasional dan program pemberdayaan generasi muda milik Indosat, teknologi kreatif berbasis AI dari Adobe, serta dukungan kebijakan dan penguatan ekosistem ekonomi kreatif dari Kemenekraf.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan bahwa teknologi AI harus dimanfaatkan untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya.

“Fondasi ekonomi kreatif Indonesia terletak pada kekayaan intelektual yang lahir dari budaya dan kreativitas masyarakat. Kemitraan ini menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah dan industri dalam membekali generasi muda agar mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.

BACA JUGA  Komdigi Resmikan Pusat Keunggulan AI Nasional, Gandeng Indosat, Cisco, dan NVIDIA

Kolaborasi ini juga sejalan dengan program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) atau Ekraf Goes to School and Campus yang diinisiasi Kemenekraf. Program tersebut berfokus pada peningkatan literasi ekonomi kreatif, pengembangan keterampilan digital, serta pemanfaatan teknologi dan AI bagi generasi muda.

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyebut akses terhadap perangkat, keterampilan, dan peluang menjadi faktor penting dalam mendukung lahirnya kreator baru di Indonesia.

“Dengan menggabungkan kekuatan AI, kreativitas, dan kolaborasi, kami ingin membantu generasi kreator berikutnya mengembangkan potensi mereka secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Presiden Creative & Productivity Business Adobe, David Wadhwani, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung kreator Indonesia melalui akses teknologi, pelatihan, dan peluang monetisasi.

Sebagai bagian dari kerja sama ini, pelanggan Indosat akan memperoleh akses premium gratis selama enam bulan ke Adobe Express, aplikasi kreatif berbasis AI untuk pembuatan konten visual. Pengguna juga akan mendapatkan materi pembelajaran dari Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

BACA JUGA  OJK Sultra Gelar Edukasi Keuangan di Desa Tanjung Pinang, Warga Didorong Manfaatkan Layanan Keuangan Resmi

Adobe bahkan memilih Indonesia sebagai negara pertama untuk peluncuran program monetisasi kreator Adobe Express. Program ini memungkinkan kreator memperoleh pendapatan langsung dari template desain yang mereka buat dan distribusikan melalui platform tersebut.

Karya para peserta terpilih nantinya akan berkesempatan ditampilkan dalam IDEAFEST, membuka akses yang lebih luas terhadap jejaring industri, kolaborasi, dan peluang pasar.

Di sisi lain, program Generasi Terkoneksi (GENSi) milik Indosat ditargetkan menjangkau 15.000 anak muda sepanjang 2026. Melalui inisiatif ini, Indosat akan memperluas akses terhadap pelatihan digital, perangkat kreatif, dan teknologi AI bagi generasi muda di berbagai daerah.

Melalui sinergi ini, Kemenekraf, Indosat, dan Adobe berharap semakin banyak masyarakat Indonesia mampu bertransformasi dari sekadar pengguna teknologi menjadi kreator yang produktif, inovatif, dan memiliki nilai ekonomi di era digital.***

Komentar