Kredit Perbankan Sultra Tembus Rp54,61 Triliun, OJK Sebut Stabilitas Industri Keuangan Tetap Terjaga

EKONOMI95 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Industri perbankan di Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan ketahanan yang positif sepanjang Semester I 2026. Di tengah dinamika perekonomian nasional dan global, sektor perbankan di daerah ini tetap mencatatkan pertumbuhan pada berbagai indikator utama, mulai dari penyaluran kredit hingga penghimpunan dana masyarakat.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra, total kredit yang telah disalurkan perbankan mencapai Rp54,61 triliun, atau meningkat sekitar 5,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, total aset perbankan juga mengalami kenaikan menjadi Rp63,03 triliun.

Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan capaian tersebut mencerminkan bahwa fungsi intermediasi perbankan masih berjalan secara optimal dan mampu mendukung aktivitas ekonomi di daerah.

BACA JUGA  OJK dan TPAKD Wakatobi Percepat Program Inklusi Keuangan, UMKM Jadi Prioritas

“Selain pertumbuhan kredit, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga memperlihatkan tren positif. Hingga akhir Semester I 2026, nilai DPK tercatat mencapai Rp34,25 triliun, yang menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan di Sulawesi Tenggara masih tetap kuat,” jelasnya.

Dari sisi kualitas pembiayaan, kondisi perbankan juga dinilai tetap sehat. Rasio Non Performing Loan (NPL) berada di level 1,85 persen, masih jauh di bawah batas yang ditetapkan regulator sehingga mencerminkan risiko kredit yang terkendali.

OJK mencatat, penyaluran pembiayaan di Sulawesi Tenggara masih terkonsentrasi pada sejumlah sektor utama yang menjadi penggerak ekonomi daerah. Sektor rumah tangga, perdagangan, industri pengolahan, pertanian dan perikanan, serta pertambangan dan penggalian menjadi penerima porsi kredit terbesar.

BACA JUGA  OJK Sultra Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di Maimo Sultra 2025

“Komposisi pembiayaan tersebut memberikan kontribusi penting dalam menjaga aktivitas ekonomi daerah sekaligus memperkuat sektor-sektor produktif, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” jelasnya.

Untuk menjaga tren positif tersebut, OJK Sultra berkomitmen terus memperkuat industri jasa keuangan melalui peningkatan akses pembiayaan yang lebih luas dan berkualitas. Di saat yang sama, perbankan juga didorong untuk menerapkan manajemen risiko secara konsisten agar stabilitas sistem keuangan tetap terpelihara dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara secara berkelanjutan.***

Redaksi

Komentar