PT Vale Tebar Dividen US$45,6 Juta, Laba Bersih 2025 Melonjak 32 Persen

RAGAM97 Dilihat

IndeksSultra.com, Jakarta- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menunjukkan ketahanan bisnis di tengah tekanan harga nikel global. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang digelar secara hybrid di Jakarta, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar US$45,6 juta atau setara 60 persen dari laba bersih tahun buku 2025.

Keputusan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam RUPST yang menyetujui seluruh enam mata acara yang diajukan Perseroan.

Sepanjang 2025, perusahaan tambang nikel terintegrasi itu membukukan kinerja positif dengan laba bersih mencapai US$76 juta atau meningkat 32 persen dibanding periode sebelumnya. Pendapatan Perseroan juga tumbuh 4 persen menjadi US$990 juta dengan EBITDA mencapai US$228 juta.

BACA JUGA  PT Vale Indonesia Perkuat Sinergi Keberlanjutan melalui Buka Puasa Bersama Media Kendari

Kinerja tersebut dinilai mencerminkan kemampuan PT Vale menjaga efisiensi operasional di tengah dinamika industri nikel global.

Dividen tunai akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat pada tanggal pencatatan 12 Juni 2026 dan dijadwalkan dibayarkan pada 26 Juni 2026. Sementara sisa laba bersih akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan bisnis dan proyek strategis Perseroan.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale, Bernardus Irmanto, mengatakan keputusan pembagian dividen sekaligus menjadi refleksi optimisme perusahaan terhadap prospek jangka panjang industri nikel Indonesia.

Menurutnya, PT Vale tetap fokus memperkuat transformasi menuju perusahaan tambang mineral kritis yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Dampak Ekonomi dan Keberlanjutan PT Vale IGP Pomalaa bagi Kolaka

“Dividen yang kami tetapkan hari ini dan kemajuan proyek-proyek HPAL kami mencerminkan keyakinan kami terhadap posisi jangka panjang Indonesia sebagai sumber nikel rendah karbon dan bertanggung jawab bagi transisi energi global,” ujar Bernardus.

Ia menambahkan, perusahaan akan terus mengedepankan praktik pertambangan terbaik, hilirisasi yang bertanggung jawab, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan.

Selain agenda keuangan, RUPST juga menyetujui penunjukan Yusron Fauzan dan Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan yang merupakan anggota PricewaterhouseCoopers sebagai auditor independen untuk audit laporan keuangan tahun buku 2026.

Komentar