Wakapolri Dorong Brimob Perkuat Kapabilitas dan Modernisasi Hadapi Ancaman Kompleks

HUKUM89 Dilihat

IndeksSultra.com, Depok– Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, mendorong Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri untuk terus meningkatkan kapabilitas, profesionalisme, serta modernisasi satuan dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Arahan tersebut disampaikan dalam kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Korps Brigade Mobil Polri Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Gedung Satya Haprabu Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis 23 April 2026. Kegiatan ini dihadiri Dankorbrimob Polri Ramdani Hidayat, Wadankorbrimob Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, serta para pejabat utama dan Dansat Brimob dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi atas kinerja Brimob sepanjang 2025 yang dinilai menunjukkan profesionalisme tinggi. Sejumlah capaian strategis berhasil diraih, di antaranya keberhasilan pelaksanaan Operasi Damai Cartenz, prestasi di ajang internasional World Police & Fire Games, serta penghargaan Kompolnas Award sebagai satuan kerja Mabes Polri terbaik.

BACA JUGA  Kapolda Sultra Pimpin Sertijab Dansat Brimob, Agus Setiawan Resmi Jabat Komandan Baru

Menurutnya, tantangan ke depan tidak hanya bersifat konvensional, tetapi juga mencakup ancaman hybrid yang menggabungkan gangguan fisik, provokasi digital, hingga penyebaran disinformasi. Untuk itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan sistem, dan strategi adaptif menjadi kebutuhan utama.

Dalam konteks pelayanan publik, Wakapolri menekankan pentingnya perubahan paradigma dengan mengedepankan prinsip “melayani, bukan menghadapi”. Ia berharap Brimob dapat tampil sebagai pelindung dan pengayom yang memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Selain itu, penguatan pendekatan berbasis riset juga didorong melalui pengembangan pusat studi kepolisian yang melibatkan ekosistem akademik guna meningkatkan kemampuan analisis terhadap ancaman keamanan modern.

Adaptasi teknologi menjadi fokus lain yang disoroti, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), drone surveillance, dan body-worn camera. Teknologi ini dinilai penting untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta meminimalkan kesalahan prosedur dalam pelaksanaan tugas.

BACA JUGA  Dua Pegawai Perusahaan di Kendari Dipenjara karena Gelapkan Mobil Kredit

Wakapolri juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, khususnya ancaman kebakaran hutan dan lahan akibat kemarau panjang. Ia menekankan agar kesiapan personel dan peralatan SAR selalu dalam kondisi optimal untuk merespons situasi darurat secara cepat dan tepat.

Sebagai arah strategis ke depan, ia memaparkan peta jalan transformasi Korbrimob yang meliputi pembangunan fondasi, pengembangan kapabilitas, hingga pencapaian standar kelas dunia, baik di bidang operasional fisik maupun siber.

Menutup arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa peningkatan jumlah personel harus diimbangi dengan sistem yang kuat, strategi yang tepat, serta kualitas SDM yang profesional dan humanis.

Polri, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat Brimob sebagai satuan modern, adaptif, dan terpercaya dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat di seluruh Indonesia.***

Komentar