IndeksSultra.com, Kendari- Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memperkuat ekosistem ekonomi syariah melalui pemberdayaan pondok pesantren yang tergabung dalam Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren atau Hebitren.
Komitmen tersebut ditunjukkan dalam gelaran Sultra Maimo Sharia Fest 2026 di Lippo Plaza Kendari dengan menghadirkan berbagai produk unggulan pesantren yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, mengatakan saat ini terdapat 17 pesantren yang menjadi mitra binaan BI Sultra. Namun, hanya produk-produk tertentu yang ditampilkan dalam pameran setelah melalui proses kurasi.
“Tidak semua bisa ditampilkan karena jenis usahanya berbeda-beda. Ada yang bergerak di jasa layanan cuci sehingga tidak relevan dipamerkan di sini. Yang kami tampilkan biasanya produk seperti beras, air minum kemasan, madu, dan produk lain yang sesuai dengan tema kegiatan,” ujar Edwin.
Menurutnya, sinergi BI Sultra dengan Hebitren telah berlangsung lebih dari lima tahun dengan fokus utama mendorong pesantren memiliki usaha produktif yang mampu menopang kemandirian ekonomi.
Edwin menjelaskan, salah satu syarat pesantren binaan BI adalah memiliki unit usaha yang mendukung program ketahanan pangan, seperti usaha pertanian, penggilingan padi, maupun komoditas pangan lainnya.
“Pesantren yang punya usaha produktif seperti padi, jagung, atau penggilingan beras itu yang bisa kami bantu dan dampingi,” katanya.
Dukungan yang diberikan BI Sultra dilakukan secara customized atau menyesuaikan kebutuhan masing-masing pesantren. Bantuan tersebut meliputi penyediaan alat pertanian, Rice Milling Unit (RMU), pompa air, hingga program studi banding ke pesantren yang telah berkembang lebih maju.
Selain memperkuat ekonomi pesantren, langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan kontribusi pesantren terhadap ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi syariah di Sulawesi Tenggara.
Melalui pendampingan berkelanjutan, BI Sultra menargetkan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga tumbuh sebagai kekuatan ekonomi mandiri yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.







Komentar