Bulog Sultra Siagakan 80 Ribu Ton Beras untuk Antisipasi Bencana

SULTRA110 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara menyiapkan cadangan pangan dalam jumlah besar guna mendukung penanganan tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sultra.

Total stok beras yang disiagakan mencapai lebih dari 80 ribu ton dan siap disalurkan sesuai kebutuhan pemerintah daerah.

Manager Pemasaran Bulog Kanwil Sultra, Aang Fahri Hajad, mengatakan Bulog telah memastikan kesiapan berbagai komoditas pangan, terutama beras, untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam di kabupaten maupun kota.

Menurutnya, proses penyaluran bantuan dilakukan melalui mekanisme koordinasi antara pemerintah daerah, Dinas Ketahanan Pangan, hingga Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Bulog menyediakan beras maupun komoditas lainnya. Jika ada kebutuhan bantuan bencana, pemerintah daerah mengajukan permintaan melalui Dinas Ketahanan Pangan kepada Bapanas, kemudian kami melakukan koordinasi untuk penyalurannya,” kata Aang di Kendari, Selasa 12 Mei 2026.

BACA JUGA  KUPP Lapuko Bangun Dua Dermaga Baru, Dukung Transportasi Maritim dan Ekonomi Pesisir

Ia menjelaskan, jumlah bantuan yang disalurkan nantinya akan disesuaikan dengan data warga terdampak di masing-masing daerah. Bulog, lanjutnya, memastikan ketersediaan stok dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan darurat.

“Cadangan beras yang tersedia di Bulog Sultra secara total mencapai sekitar 80 ribu ton. Stok ini siap digunakan jika ada permintaan bantuan dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Saat ini Bulog Sultra juga telah menjalin koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sultra serta Dinas Pertanian dan Peternakan terkait langkah penyaluran bantuan. Sejumlah daerah seperti Konawe Utara, Kota Kendari, Konawe Selatan, hingga Buton Utara masuk dalam pemantauan untuk pengajuan bantuan logistik.

BACA JUGA  Pemprov Sultra Perkuat Sistem Deteksi Dini untuk Cegah Konflik Sosial

Selain beras, Bulog turut menyiapkan kebutuhan pokok lain seperti Minyakita dan gula pasir guna mendukung kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak bencana.

Aang menambahkan, penyaluran bantuan tetap mengacu pada regulasi cadangan pangan pemerintah. Berdasarkan aturan yang berlaku, alokasi bantuan untuk tingkat kabupaten/kota mencapai 100 ton, sedangkan untuk tingkat provinsi sebesar 200 ton.

Meski demikian, Bulog tetap dapat mengeluarkan cadangan beras pemerintah apabila kondisi di lapangan dinilai mendesak dan seluruh prosedur administrasi telah dipenuhi.

Dengan kesiapan stok yang tersedia, Bulog Sultra memastikan distribusi bantuan pangan dapat segera dilakukan setelah menerima data resmi tanggap darurat dari pemerintah daerah terkait.

Komentar