IndeksSultra.com, Kendari- Minat masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) terhadap investasi pasar modal terus menunjukkan peningkatan signifikan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra mencatat lonjakan jumlah investor sepanjang triwulan I 2026, menandakan semakin luasnya pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam instrumen investasi formal.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan pertumbuhan investor menjadi salah satu indikator positif perkembangan industri jasa keuangan daerah.
Hingga Maret 2026, jumlah investor pasar modal yang tercermin dalam Single Investor Identification (SID) mencapai 156.131 SID atau tumbuh 76,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut terutama didorong meningkatnya investor reksa dana, disusul investor saham dan Surat Berharga Negara (SBN).
“Perkembangan ini menunjukkan masyarakat semakin terbuka terhadap berbagai instrumen investasi yang legal dan terawasi,” jelasnya, Rabu 20 Mei 2026.
Aktivitas perdagangan saham juga tetap tinggi. OJK mencatat total nilai transaksi saham masyarakat Sultra mencapai Rp447,92 miliar dengan frekuensi transaksi sebanyak 134.502 kali.
Kota Kendari masih menjadi wilayah dengan aktivitas pasar modal terbesar di Sultra, disusul Kabupaten Kolaka dan Kota Baubau. Kondisi ini dinilai memperlihatkan pertumbuhan literasi dan inklusi keuangan yang semakin berkembang di daerah.
“Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pasar modal harus diiringi pemahaman investasi yang baik agar masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan secara aman dan bijak,” pungkasnya.






Komentar