Polda Sultra Terima Kunjungan Tim Puslitbang Polri, Fokus Kaji Pemberantasan Korupsi dan Program Makan Bergizi Gratis

HUKUM84 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menerima kunjungan Tim Penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri dalam rangka pelaksanaan kajian terkait optimalisasi tugas kepolisian di tingkat kewilayahan. Kegiatan berlangsung di Aula Dhacara Polda Sultra, Senin 8 Juni 2026.

Kunjungan tersebut dipimpin Wakapolda Sultra, Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K., dan dihadiri para pejabat utama Polda Sultra serta perwakilan satuan kerja terkait.

Tim peneliti Puslitbang Polri dipimpin oleh Kombes Pol. A. Widihandoko, S.H., M.H., didampingi AKBP Indras Budi Purnomo, S.I.K., M.M., Pembina Fajar Istiono, S.T., serta peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dini Dwi K., S.Sos., M.S.

BACA JUGA  Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Pembinaan Mental Personel, Polda Sultra Gelar Peringatan di Masjid Al-Amin

Dalam penelitian ini, Puslitbang Polri mengangkat dua tema strategis, yakni optimalisasi pelaksanaan fungsi pemberantasan tindak pidana korupsi di wilayah yang ditinjau dari aspek sumber daya, pola pikir personel, dan kelembagaan, serta penguatan peran Polri dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan menyambut baik pelaksanaan penelitian tersebut. Menurutnya, hasil kajian diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan masukan strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja kepolisian.

“Kegiatan penelitian ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi konstruktif bagi peningkatan pelaksanaan tugas Polri, khususnya dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan dukungan terhadap program prioritas pemerintah,” ujarnya.

BACA JUGA  Kuasa Hukum Megros Jelaskan Soal Jalan yang Dikatakan Ditutup

Sementara itu, Ketua Tim Puslitbang Polri, Kombes Pol. A. Widihandoko, menjelaskan bahwa penelitian dilakukan untuk menghimpun data dan informasi dari satuan kewilayahan sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih efektif dan aplikatif.

Ia menambahkan, berbagai pengalaman, inovasi, dan praktik baik yang telah diterapkan di daerah akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan kebijakan Polri di masa mendatang.

Rangkaian kegiatan diisi dengan pemaparan materi, diskusi, serta pengumpulan data dari para peserta. Kegiatan berlangsung lancar dan diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang mendukung penguatan organisasi Polri dalam menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks.

Komentar