OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP untuk Permudah Peternak Sapi Perah Akses Pembiayaan

EKONOMI, NASIONAL178 Dilihat

IndeksSultra.com, Malang- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama International Labour Organization (ILO) meluncurkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) bagi koperasi peternak sapi perah di Jawa Timur sebagai langkah memperluas akses pembiayaan formal sekaligus mempercepat digitalisasi sektor peternakan.

Peluncuran program berlangsung di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Kabupaten Malang, Kamis 11 Juni 2026, sebagai bagian dari implementasi program PROMISE 2 IMPACT, hasil kolaborasi ILO, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan OJK yang didukung Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO).

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, mengatakan digitalisasi menjadi solusi atas berbagai kendala yang selama ini dihadapi peternak dalam memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan.

BACA JUGA  Telkomsel dan OpenAI Hadirkan Bundling ChatGPT Go, Buka Akses Mudah Teknologi AI untuk Semua

Menurutnya, banyak peternak kesulitan mengakses kredit karena belum memiliki data usaha yang terdokumentasi dengan baik, mulai dari kapasitas produksi hingga kondisi keuangan.

Melalui sistem ERP, seluruh aktivitas produksi, operasional, dan keuangan koperasi dapat tercatat secara digital dan real time. Data tersebut selanjutnya terintegrasi dengan layanan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) sehingga profil usaha peternak dapat dinilai secara lebih objektif.

BACA JUGA  PT Vale Raih Penghargaan Pemprov Sulteng atas Kontribusi Pajak dan Dukungan Pembangunan Daerah

Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Simrin Singh, menilai digitalisasi mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil.

Program ini telah diterapkan di tiga koperasi sapi perah di Jawa Timur, yakni KAN Jabung, KPSP Setia Kawan, dan KPUD Tani Wilis, yang menaungi lebih dari 10.000 anggota. OJK berharap keberhasilan implementasi tersebut dapat menjadi model pengembangan digitalisasi sektor peternakan di berbagai daerah di Indonesia.***

Redaksi

Komentar