Polda Sultra Tingkatkan Kapabilitas Pengawasan Internal Melalui Bimtek Manajemen Risiko

HUKUM85 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara menggelar Pembinaan Teknis (Bimtek) Manajemen Risiko sebagai upaya memperkuat kapasitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) serta meningkatkan tata kelola organisasi yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kapolda Sultra, Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., di Aula Dhacara Polda Sultra, Selasa 7 Juli 2026.

Bimtek diikuti Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K., Irwasda Polda Sultra Kombes Pol. Johanes Pangihutan Siboro, S.H., S.I.K., M.H., para pejabat utama Polda Sultra, operator manajemen risiko tingkat Polda, Polres, dan Polsek, serta para kapolres jajaran yang mengikuti kegiatan secara virtual.

Dalam arahannya, Kapolda Sultra menekankan bahwa penerapan manajemen risiko menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung penyelenggaraan organisasi yang efektif.

“Setiap satuan kerja harus mampu mengenali dan memetakan berbagai potensi risiko sejak tahap perencanaan agar pelaksanaan program, pengambilan kebijakan, maupun pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” jelasnya.

BACA JUGA  Kapolri Ungkap Langkah Presiden Prabowo Redam Konflik Global di Tengah Ketegangan Internasional

Dikatakan,  bahwa pengelolaan risiko yang baik akan membantu institusi mengantisipasi berbagai kendala sekaligus meningkatkan kualitas kinerja organisasi dalam menjalankan tugas kepolisian.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, Polda Sultra menghadirkan narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam sesi pembekalan, peserta memperoleh materi mengenai kebijakan manajemen risiko, prinsip-prinsip dasar pengelolaan risiko, teknik identifikasi dan analisis risiko, penyusunan peta risiko (risk map), penyusunan risk register, hingga strategi mitigasi dan pengendalian risiko di lingkungan organisasi.

Narasumber juga menjelaskan bahwa penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) menjadi landasan dalam membangun tata kelola yang efektif. Lima unsur utama SPIP, yakni lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan, dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian sasaran organisasi.

BACA JUGA  Kapolda Baru Sultra Menaruh Perhatian Terhadap Penyalahgunaan Narkoba Hingga Kejahatan Siber

Kegiatan pembinaan teknis dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Pada hari kedua, peserta akan dibagi ke dalam lima kelompok kerja sesuai sasaran strategis Polda Sultra, meliputi bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), penegakan hukum, pengembangan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur kepolisian, serta penguatan tata kelola organisasi yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Setiap kelompok nantinya akan menyusun profil risiko pada masing-masing satuan kerja untuk kemudian dipresentasikan dan dievaluasi bersama para narasumber. Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi acuan dalam memperkuat implementasi manajemen risiko di seluruh jajaran Polda Sulawesi Tenggara sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas pengawasan internal dan pelayanan kepada masyarakat.***

Komentar