IndeksSultra.com, Jakarta– Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Pembentukan Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri, resmi menjadi bagian dari sivitas akademika Universitas Bima Sakapenta (UBISA), Senin 3 Juli 2026.
Langkah tersebut dinilai menjadi penguatan sinergi antara institusi kepolisian dan dunia pendidikan tinggi.
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menyampaikan apresiasinya atas bergabungnya Irjen Pol. Susilo di UBISA. Menurutnya, kehadiran perwira tinggi Polri tersebut akan memperluas jejaring akademik sekaligus memperkokoh pengembangan Pusat Studi Kepolisian di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Ia mengatakan, kolaborasi antara Polri dan kampus memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan ilmu kepolisian melalui riset, inovasi, serta kajian ilmiah yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Wakapolri menjelaskan, pembentukan Pusat Studi Kepolisian yang dipimpin Irjen Pol. Susilo terus mengalami perkembangan. Hingga saat ini, program tersebut telah didorong di 79 perguruan tinggi negeri dan swasta di berbagai wilayah Indonesia.
Dari jumlah tersebut, 40 Pusat Studi Kepolisian telah beroperasi, lima sedang dalam tahap penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), sedangkan 34 lainnya masih berada dalam proses pembentukan dan penjajakan kerja sama.
Menurut Dedi Prasetyo, keberadaan Pusat Studi Kepolisian tidak sekadar memperbanyak jejaring kelembagaan, tetapi menjadi ruang kolaborasi antara pengalaman praktis kepolisian dengan keilmuan akademik. Dari sinergi tersebut diharapkan lahir berbagai rekomendasi berbasis penelitian untuk menjawab tantangan keamanan dan meningkatkan profesionalisme Polri.
Ia menambahkan, penguatan hubungan dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari pembangunan ekosistem Police Science yang lebih terbuka dan berbasis evidence-based policing, sehingga Polri mampu beradaptasi dengan dinamika keamanan yang terus berkembang, termasuk di era digital.
Sementara itu, Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo menyebut keputusannya bergabung dengan UBISA didasari komitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan perguruan tinggi yang sedang bertumbuh.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas, melahirkan inovasi, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa. Karena itu, dukungan terhadap kampus merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan Indonesia.
Ia juga menilai kemajuan sebuah universitas memerlukan kerja sama berbagai pihak, mulai dari tenaga pendidik, pemerintah, alumni, hingga mitra strategis, agar mampu berkembang menjadi pusat keunggulan akademik.
Kehadiran Irjen Pol. Susilo di UBISA disambut langsung oleh Ketua Yayasan Khafdilah, Sekretaris Yayasan Maylane Boni Abdillah, Rektor UBISA Drs. Agus Supriyadi, M.T., jajaran pimpinan universitas, dosen, serta sivitas akademika.
Rektor UBISA menyampaikan harapan agar pengalaman dan jejaring yang dimiliki Irjen Pol. Susilo dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan institusi, khususnya dalam memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, UBISA diharapkan semakin memperluas kemitraan dengan Polri, sementara pengembangan Pusat Studi Kepolisian di berbagai perguruan tinggi diharapkan mampu memperkuat transformasi Polri menjadi institusi yang semakin profesional, modern, serta berorientasi pada ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.






Komentar