Wakapolda Sultra Ingatkan Pelajar SMAN 10 Kendari Jauhi Narkoba dan Pergaulan Negatif

HUKUM49 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Brigjen Pol. Budi Hermawan, mengingatkan kalangan pelajar agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba dan berbagai bentuk pergaulan negatif yang dapat mengancam masa depan mereka.

Pesan tersebut disampaikan saat Wakapolda Sultra bertindak sebagai pembina upacara bendera di SMA Negeri 10 Kendari, Senin 2 November 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik) yang menjadi salah satu agenda Quick Wins Kapolri dalam memperkuat pembinaan karakter serta kesadaran hukum di kalangan generasi muda.

Dalam amanatnya, Brigjen Pol. Budi Hermawan menekankan bahwa masa sekolah merupakan tahapan penting dalam membentuk kepribadian, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebelum memasuki kehidupan bermasyarakat.

Karena itu, para siswa diminta memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan dengan meningkatkan prestasi, mengembangkan potensi diri, serta membangun lingkungan pergaulan yang sehat.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa. Namun, potensi tersebut dapat terhambat apabila pelajar terlibat dalam perilaku menyimpang, terutama penyalahgunaan narkotika.

BACA JUGA  Polri Pelajari Pola Community Policing Jepang untuk Perkuat Bhabinkamtibmas

Bahaya narkoba menjadi salah satu perhatian utama Wakapolda Sultra dalam memberikan pembinaan kepada para siswa.

Ia mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak terhadap kesehatan fisik dan mental, tetapi juga dapat merusak pendidikan, hubungan keluarga, serta membuka risiko terjadinya pelanggaran hukum.

Untuk itu, para pelajar didorong memiliki keberanian menolak ajakan menggunakan narkoba, termasuk ketika menghadapi tekanan dari lingkungan pertemanan.

Selain menjauhi narkotika, siswa juga diingatkan agar senantiasa menjaga perilaku, menghormati guru dan orang tua, serta mengembangkan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

Wakapolda menekankan pentingnya membangun karakter positif sejak usia sekolah sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan dan perkembangan zaman.

Melalui program Polidik, Polda Sultra berupaya memperluas pendekatan pembinaan kepada pelajar dengan menghadirkan personel kepolisian secara langsung di lingkungan sekolah.

Kehadiran polisi di sekolah tidak hanya bertujuan menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga membangun komunikasi yang lebih dekat antara aparat kepolisian dan generasi muda.

BACA JUGA  Tim Polresta Kendari Raih Gelar Juara Turnamen E-Sports Kapolda Sultra Cup 2026

Program tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menaati aturan, menghargai sesama, serta menghindari tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Polda Sultra memandang pembinaan pelajar sebagai salah satu langkah pencegahan untuk meminimalkan keterlibatan generasi muda dalam penyalahgunaan narkoba maupun tindakan melanggar hukum.

Namun, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama guru, orang tua, dan masyarakat yang memiliki peran langsung dalam membentuk karakter anak.

Melalui sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan, diharapkan lingkungan sekolah dapat menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar serta mengembangkan kemampuan mereka.

Polda Sultra juga mengajak para pelajar SMAN 10 Kendari menjadi contoh dalam menjaga ketertiban, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Kegiatan pembinaan tersebut menjadi bagian dari implementasi semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, dengan menempatkan generasi muda sebagai mitra penting dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Sulawesi Tenggara.

Komentar