BI Sultra dan Pemkot Kendari Perkuat Sinergi Tekan Inflasi Pangan 2026

EKONOMI, KENDARI133 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus memperkuat sinergi dalam upaya menekan laju inflasi, khususnya di sektor pangan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pangan Tahun 2026 yang menjadi bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa strategi pengendalian inflasi tahun ini difokuskan pada keberlanjutan Kerja Sama Antardaerah (KAD) serta penguatan program berbasis komunitas.

Dalam upaya menjaga stabilitas pasokan pangan, Pemkot Kendari telah menjalin kemitraan dengan sejumlah daerah penyangga, yakni Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, dan Kolaka Timur.

“Kerja sama antar daerah ini sudah kita inisiasi sejak tahun lalu. Tujuannya untuk memastikan sinergi yang berkelanjutan. Kami juga telah meluncurkan tiga program, salah satunya kebijakan ‘Kasoami’ yang mendorong peran aktif masyarakat bersama PKK dalam pengendalian inflasi dari tingkat rumah tangga,” ujar Siska.

BACA JUGA  Wali Kota Kendari Lantik 25 Pejabat Eselon II, Tegaskan Penyegaran Birokrasi Sesuai Prosedur

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, menilai Rakor ini sangat penting mengingat tingginya tekanan inflasi pangan pada triwulan pertama 2026. Ia menegaskan, BI berperan sebagai mitra strategis pemerintah dengan fokus pada stabilitas harga dan ketersediaan pasokan.

“Melalui program seperti Kios Pangan, masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Bahkan, sistem pembayaran kini sudah bisa menggunakan QRIS sehingga lebih praktis dan efisien,” jelas Edwin.

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Pasar Murah (GPM) di Kendari yang telah digelar lebih dari 150 kali.

BACA JUGA  Pemkot Kendari Kaji Waktu Ideal Pencairan THR ASN, Pertimbangkan Aspirasi Pegawai

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat, meski Kendari bukan daerah produsen utama pangan.

“Kita juga terus mendorong pencetakan sawah baru untuk memperkuat kemandirian pasokan. Hasilnya diharapkan mulai terlihat pada awal Mei mendatang,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada aspek ekonomi, Rakor Pangan 2026 ini juga menghadirkan inovasi di sektor pendidikan melalui peluncuran program Sekolah Hebat (Hijau, Edukatif, dan Berkarakter). Program ini merupakan hasil kolaborasi antara BI Sultra, Dinas Ketahanan Pangan, dan Bulog.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Pemkot Kendari optimistis target “Pangan Sejahtera, Inflasi Harga Terkendali” dapat tercapai, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sepanjang tahun 2026.***

Redaksi

Komentar