IndeksSultra, Semarang- Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara mengikuti Rapat Koordinasi Analisa dan Evaluasi (Anev) Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Padma Hotel, Semarang, Jawa Tengah, pada 22 hingga 23 April 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kakorlantas Polri dan dihadiri sejumlah pejabat penting, mulai dari Menteri Perhubungan RI beserta jajaran, pimpinan BUMN sektor transportasi, hingga para akademisi dan pengamat transportasi nasional.
Beberapa perusahaan yang turut hadir dalam forum itu antara lain PT Jasa Marga, PT Jasa Raharja, PT ASDP Indonesia Ferry, serta PT Pelindo. Selain itu, seluruh jajaran Dirlantas Polda se-Indonesia juga mengikuti kegiatan tersebut.
Direktur Lalu Lintas Polda Sultra, KBP Dr. Argo Wiyono, S.H., S.I.K., M.Si., hadir bersama perwakilan Ditlantas Polda Sultra sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan lalu lintas di wilayah Sulawesi Tenggara.
Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai hasil pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 secara nasional, mulai dari aspek keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), pengaturan arus mudik dan balik Lebaran, hingga penanganan titik rawan kemacetan dan kecelakaan.
Selain itu, Kementerian Perhubungan bersama stakeholder terkait juga menyoroti pentingnya penguatan sinergi antarinstansi guna mendukung kelancaran sistem transportasi nasional, terutama saat periode mudik Lebaran.
Kakorlantas Polri dalam arahannya menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektoral, optimalisasi rekayasa lalu lintas, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat demi mendukung keberhasilan operasi di masa mendatang.
Dirlantas Polda Sultra, KBP Argo Wiyono mengatakan, hasil rapat koordinasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan acuan dalam menyusun strategi pengamanan lalu lintas di wilayah hukum Polda Sultra.
“Banyak masukan strategis yang kami peroleh, terutama terkait peningkatan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta pola pengamanan lalu lintas yang lebih efektif dan humanis,” ujarnya.
Melalui Rakor Anev Ops Ketupat 2026 ini, diharapkan sinergi antara Polri dan seluruh stakeholder transportasi semakin kuat dalam mewujudkan lalu lintas yang aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat.







Komentar