RUPST PT Vale 2026 Rombak Jajaran Komisaris, Perkuat Tata Kelola dan Kepemimpinan

EKONOMI, RAGAM88 Dilihat

IndeksSultra.com, Jakarta- PT Vale Indonesia Tbk melakukan penyegaran di jajaran Dewan Komisaris sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan strategi jangka panjang perusahaan tambang nikel tersebut.

Keputusan itu disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang digelar secara hybrid di Jakarta, dengan seluruh agenda rapat memperoleh persetujuan pemegang saham.

Dalam RUPST, pemegang saham menerima pengunduran diri Emily Olson dari posisi Wakil Presiden Komisaris serta Christopher McCleave sebagai Komisaris.

Sebagai penggantinya, para pemegang saham menyetujui pengangkatan Kristina Gauthier sebagai Wakil Presiden Komisaris, Patricia Renee Pegues sebagai Komisaris, dan Adam MacMillan sebagai Komisaris.

BACA JUGA  Hari Amal Bakti ke-79, Bupati dan Kemenag Koltim Gelar Jalan Santai

Perubahan susunan pengurus tersebut disebut menjadi bagian dari langkah PT Vale memperkuat fondasi kepemimpinan di tengah dinamika industri mineral kritis yang semakin kompetitif.

Manajemen menilai penyegaran struktur komisaris penting untuk menjaga kesinambungan transformasi perusahaan sekaligus mempercepat pengembangan proyek-proyek strategis.

Dengan keputusan tersebut, susunan Dewan Komisaris PT Vale kini dipimpin Presiden Komisaris F.S. Multhazar bersama Wakil Presiden Komisaris Kristina Gauthier serta jajaran komisaris lainnya.

RUPST juga memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris, dengan rekomendasi Komite Tata Kelola, Nominasi dan Remunerasi, untuk menetapkan honorarium dan kebijakan penghasilan Dewan Komisaris serta gaji dan tunjangan Direksi untuk tahun buku 2026.

BACA JUGA  PT Vale Bukukan Laba USD57,8 juta Sepanjang 2024, Tegaskan Komitmen Pertumbuhan Berkelanjutan

Manajemen PT Vale menegaskan bahwa perusahaan akan tetap mematuhi seluruh ketentuan dan regulasi yang berlaku terkait perubahan susunan Dewan Komisaris.

Melalui penguatan tata kelola tersebut, PT Vale menargetkan kepemimpinan yang lebih adaptif, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan industri nikel global yang terus berkembang seiring kebutuhan mineral untuk transisi energi dunia.***

Redaksi

Komentar