OJK Dorong Budaya Integritas di Kampus, Libatkan Ribuan Mahasiswa dalam Road to Risk and Governance Summit 2026

EKONOMI, NASIONAL88 Dilihat

IndeksSultra.com, Yogyakarta– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperluas upaya penguatan tata kelola dan integritas dengan menggandeng kalangan perguruan tinggi melalui penyelenggaraan kuliah umum bertajuk “The Guardian of Governance: Membangun Integritas Pemimpin Masa Depan”.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Road to Risk and Governance Summit 2026 yang digelar di tiga universitas.

Kuliah umum dilaksanakan secara berturut-turut di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 5.000 peserta secara luring maupun daring yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Yogyakarta, Surakarta, dan Banyumas.

Ketua Dewan Audit sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK, Sophia Wattimena, menegaskan bahwa tata kelola yang baik menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Menurutnya, integritas merupakan nilai utama yang harus dimiliki calon pemimpin sejak masih berada di bangku kuliah.

BACA JUGA  Ramadan Penuh Berkah Bersama Toyota, Kalla Toyota Toyota Tawarkan Gratis Cicilan di Bulan Ramadan

Ia menjelaskan, kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan kepemimpinan di masa depan. Karakter yang kuat dan integritas akan menjadi bekal penting dalam setiap proses pengambilan keputusan, terutama di tengah dinamika dunia yang semakin kompleks.

Dalam paparannya, Sophia juga menyoroti pentingnya penguatan tata kelola di sektor jasa keuangan mengingat besarnya aset industri yang berada di bawah pengawasan OJK, yang kini mencapai sekitar Rp30 ribu triliun. Kondisi tersebut menuntut penerapan manajemen risiko yang kuat agar stabilitas sektor keuangan tetap terjaga.

Selain menghadapi tantangan ekonomi global, sektor jasa keuangan juga dihadapkan pada berbagai risiko baru seperti konflik geopolitik, penyebaran disinformasi, serangan siber, disrupsi digital, hingga perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Karena itu, OJK terus memperkuat berbagai kebijakan, mulai dari strategi anti-fraud, pengendalian internal pelaporan keuangan, pengelolaan konflik kepentingan, hingga peningkatan keamanan teknologi informasi.

BACA JUGA  OJK Sultra Gelar Edukasi Keuangan di Desa Terapung Buton Tengah, Warga Diimbau Waspada Jasa Keuangan Ilegal

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Surakarta, Em Sutrisna, menyampaikan bahwa integritas merupakan salah satu syarat utama dalam membentuk pemimpin berkualitas. Menurutnya, prestasi akademik harus berjalan seiring dengan kejujuran, tanggung jawab, dan nilai-nilai moral agar mampu melahirkan pemimpin yang dipercaya masyarakat.

Selain sesi kuliah umum, peserta juga mengikuti diskusi interaktif mengenai penerapan etika dan budaya tata kelola di berbagai organisasi. OJK turut memperkenalkan pelaksanaan Risk and Governance Summit 2026, termasuk Innovation Paper Competition yang mengajak mahasiswa menyumbangkan gagasan dan inovasi bagi penguatan sektor jasa keuangan nasional.

Melalui kegiatan ini, OJK berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berintegritas tinggi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap menjadi pemimpin yang mampu menghadapi tantangan global dengan menjunjung prinsip tata kelola yang baik.

Komentar