Pemprov Sultra Perkuat Fungsi Rumah Singgah untuk Kurangi Kemiskinan

SULTRA88 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Sosial (Dinsos) mulai mengoptimalkan fungsi Rumah Singgah sebagai salah satu strategi pengentasan kemiskinan di daerah.

Fasilitas tersebut akan difokuskan sebagai pusat pembinaan dan pelatihan keterampilan bagi masyarakat miskin dan anak terlantar.

Kepala Dinsos Sultra, Parinringi, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program kesejahteraan rakyat sekaligus selaras dengan visi pembangunan Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka dan Hugua.

Menurutnya, Rumah Singgah milik Pemprov Sultra tidak hanya digunakan sebagai tempat penampungan sementara, tetapi akan dikembangkan menjadi workshop pelatihan bagi masyarakat kategori desil 1 dan 2 dari 17 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

“Kami mengaktifkan Rumah Singgah sebagai bagian dari upaya menghadapi tantangan kemiskinan. Di sana masyarakat akan mendapatkan pembinaan dan pelatihan keterampilan agar memiliki kemampuan praktis yang dapat digunakan untuk bekerja,” ujar Parinringi, Kamis (7/5/2026).

BACA JUGA  Apel Perdana Usai Idulfitri, Gubernur Sultra Dorong ASN Ubah Pola Pikir dan Tingkatkan Kinerja

Pelatihan yang disiapkan difokuskan pada keterampilan yang mudah dipelajari dan memiliki peluang kerja tinggi, seperti perbengkelan, teknisi pembersih AC, barbershop, hingga barista. Dalam pelaksanaannya, Dinsos Sultra akan bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk penyediaan instruktur maupun peralatan pelatihan.

Parinringi menjelaskan, peserta yang telah menyelesaikan pembinaan nantinya diharapkan bisa langsung terserap di dunia kerja atau membuka usaha mandiri sesuai keterampilan yang dimiliki.

“Target kami, setelah keluar dari Rumah Singgah mereka sudah memiliki keahlian dan siap bekerja ataupun membuka usaha sendiri,” katanya.

Rumah Singgah tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar 20 hingga 30 peserta dalam setiap gelombang pembinaan. Sistem pelaksanaan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kasus sosial yang ditemukan di lapangan.

BACA JUGA  Apoteker UHO Angkatan XIV Warnai Peringatan HKN ke-61 dengan Edukasi dan Aksi Sehat di Kendari

Selain pembinaan keterampilan, Dinsos Sultra juga menekankan pendekatan religius sebagai bagian dari penguatan karakter sosial masyarakat. Program ini disebut selaras dengan Gerakan Moral yang diusung pemerintahan ASR-Hugua.

Pendekatan tersebut di antaranya dilakukan dengan mengajak anak-anak terlantar mengikuti kegiatan keagamaan seperti salat berjamaah sebelum diarahkan mengikuti pembinaan di Rumah Singgah melalui koordinasi bersama Pemerintah Kota Kendari.

Di sisi lain, Dinsos Sultra tetap menjalankan program perlindungan sosial lainnya, mulai dari bantuan ekonomi, pengelolaan tenaga kesejahteraan sosial, perlindungan jaminan sosial, hingga penanganan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Melalui optimalisasi Rumah Singgah yang dipadukan dengan pelatihan keterampilan dan penguatan nilai sosial keagamaan, Pemprov Sultra berharap angka kemiskinan di wilayah tersebut dapat ditekan secara bertahap dan berkelanjutan.

Komentar