IndeksSultra.com, Kendari- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara terus memperkuat edukasi dan perlindungan konsumen sebagai bagian dari upaya membangun sektor jasa keuangan yang sehat dan inklusif.
Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menegaskan penguatan industri jasa keuangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi masyarakat agar layanan keuangan dapat dimanfaatkan secara aman dan bertanggung jawab.
Disebutkan, hingga Maret 2026, OJK Sultra telah memberikan 637 layanan konsumen serta menerima 2.066 permintaan layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
“Mayoritas layanan berasal dari sektor perbankan sebanyak 259 layanan, disusul perusahaan pembiayaan 182 layanan dan fintech 115 layanan,” jelasnya.
Di bidang literasi keuangan, OJK Sultra melaksanakan 40 kegiatan edukasi yang menjangkau 50.375 peserta di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Sasaran edukasi mencakup masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, petani, nelayan hingga penyandang disabilitas.
Selain itu, OJK bersama Satgas PASTI juga memperkuat koordinasi lintas instansi untuk menangani aktivitas keuangan ilegal, termasuk melalui kerja sama dengan kepolisian, kejaksaan, dan pemerintah daerah.
“OJK Sulawesi Tenggara akan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, pelaku industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan agar sektor jasa keuangan tetap tumbuh sehat, inklusif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Bismi.
Menurutnya, penguatan literasi dan perlindungan konsumen menjadi fondasi penting untuk membangun ekosistem jasa keuangan yang aman, terpercaya, dan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.







Komentar