54 Kandidat Perebutkan Jabatan Strategis, Pemkab Buton Selatan Gandeng Polda Sultra Gelar Assessment Center

HUKUM94 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Upaya menghadirkan birokrasi yang profesional dan berbasis kompetensi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan.

Sebanyak 54 peserta mengikuti Assessment Center dalam rangka Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2026 yang digelar di Assessment Center Polda Sulawesi Tenggara, Kendari, Rabu 24 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, hingga 25 Juni 2026, tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pengisian jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan.

Melalui mekanisme ini, peserta akan diuji kemampuan manajerial, kepemimpinan, hingga kapasitas dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi pemerintahan.

Pembukaan assessment dilakukan oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sultra, Kombes Pol. Dr. Arief Fitrianto, S.H., S.I.K., M.M., dan dihadiri Bupati Buton Selatan Muhammad Adios, assessor SSDM Polri, pejabat Pemkab Buton Selatan, serta tim asesor bersertifikat dari Polri.

Dalam sambutan Kapolda Sultra yang dibacakan Karo SDM Polda Sultra, ditegaskan bahwa Assessment Center merupakan metode yang objektif dan terukur untuk mengidentifikasi pejabat yang layak menduduki posisi strategis di pemerintahan.

BACA JUGA  Siswa SIP Angkatan 55 Polda Sultra Berbagi di Panti Asuhan, Perkuat Nilai Kepedulian Sosial

“Assessment Center bukan sekadar proses seleksi, tetapi merupakan upaya untuk memastikan bahwa jabatan strategis diisi oleh figur-figur yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan kepemimpinan yang sesuai dengan tuntutan organisasi serta kebutuhan masyarakat,” ujar Arief.

Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, profesional, dan mampu menjawab tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks.

Sementara itu, Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios, S.Sos., MBA menyampaikan apresiasi kepada Polda Sultra dan SSDM Polri yang telah mendukung pelaksanaan seleksi terbuka JPT Pratama di daerahnya.

Ia menilai penggunaan Assessment Center merupakan langkah nyata dalam penerapan sistem merit bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), sehingga pengisian jabatan tidak hanya didasarkan pada senioritas, tetapi juga kemampuan dan kompetensi yang dimiliki.

“Pemerintah Kabupaten Buton Selatan berkomitmen untuk menghadirkan birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Oleh karena itu, proses seleksi ini harus dilaksanakan secara objektif, transparan, dan bebas dari intervensi agar menghasilkan pejabat yang benar-benar berkualitas dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah,” ungkap Adios.

BACA JUGA  Sat PJR Ditlantas Polda Sultra Alihkan Arus di Jalan Martandu Akibat Banjir

Bupati juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kapasitas terbaik yang dimiliki.

“Saya mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Tunjukkan kompetensi, pengalaman, serta kapasitas kepemimpinan yang dimiliki. Jabatan bukan sekadar kedudukan, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Dalam assessment tersebut, peserta akan mengikuti berbagai metode pengukuran kompetensi, mulai dari In-Tray Exercise, Leaderless Group Discussion (LGD), Behavior Event Interview (BEI), hingga Psikometri. Seluruh tahapan dilakukan oleh asesor profesional dan bersertifikat dari SSDM Polri.

Hasil assessment nantinya akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan pejabat yang dinilai memiliki kemampuan terbaik untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan.

Melalui proses seleksi yang transparan dan berbasis kompetensi ini, diharapkan lahir pemimpin birokrasi yang mampu mendorong reformasi pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempercepat pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat Buton Selatan.***

Komentar