Viral Mengaku Polisi di TikTok, Seorang Pria Diamankan Polsek Ranomeeto

HUKUM86 Dilihat

IndeksSultra.com, Konawe Selatan- Seorang pria yang mengaku sebagai anggota Polri dalam siaran langsung atau live di media sosial TikTok diamankan Polsek Ranomeeto, Polresta Kendari. Kepolisian memastikan pria tersebut bukan anggota Polri dan merupakan warga sipil.

Penanganan terhadap pria tersebut dilakukan setelah video live yang memperlihatkan pengakuannya sebagai anggota kepolisian beredar dan menjadi perbincangan di media sosial.

Kapolsek Ranomeeto Polresta Kendari IPTU Sukirman, S.Si., mengatakan pria yang bersangkutan telah diamankan di Polsek Ranomeeto untuk menjalani pemeriksaan.

Selain diperiksa, pria tersebut juga telah dimintai klarifikasi terkait video yang beredar. Dalam keterangannya, ia mengakui bahwa dirinya bukan anggota Polri.

BACA JUGA  Kapolda Sultra Pimpin Sertijab Dansat Brimob, Agus Setiawan Resmi Jabat Komandan Baru

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tindakan mengaku sebagai anggota kepolisian tersebut diduga dilakukan untuk menarik perhatian perempuan yang berada dalam grup siaran langsung di media sosial.

“Motifnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh, adalah untuk menarik perhatian atau memikat hati perempuan yang ada dalam live grup media sosial,” ujar IPTU Sukirman.

Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pria tersebut terkait peristiwa yang videonya telah beredar di media sosial itu.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya kepada seseorang yang mengaku sebagai anggota Polri apabila identitas maupun statusnya belum dapat dipastikan.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan orang yang mengaku sebagai anggota Polri, namun menunjukkan tindakan mencurigakan atau tidak sesuai dengan ketentuan.

BACA JUGA  Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Biddokkes Polda Sultra Lakukan Fogging di Lepo-Lepo Pascabanjir

Laporan dapat disampaikan ke kantor kepolisian terdekat maupun melalui layanan Call Center Polri 110.

Polresta Kendari turut mengapresiasi sikap masyarakat yang kritis terhadap informasi dan pengakuan yang beredar di media sosial.

Menurut kepolisian, kehati-hatian masyarakat sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan identitas maupun nama institusi Polri oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Polisi mengingatkan masyarakat agar selalu melakukan pengecekan dan tidak langsung mempercayai pengakuan seseorang, terutama ketika berkaitan dengan identitas sebagai aparat penegak hukum.

Komentar