Kapolda Sultra Ikuti Binrohtal, Ustadz Abdul Gafar Tekankan Al-Qur’an sebagai Benteng Moral Personel Polri

HUKUM75 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menggelar kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) bagi personel di Masjid Al-Amin Polda Sultra, Kamis 6 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K., jajaran pejabat utama, personel, serta jamaah.

Dalam kegiatan tersebut, Polda Sultra menghadirkan Ustadz Dr. Abdul Gafar, M.Thi. yang menyampaikan tausiyah tentang pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalankan tugas kepolisian maupun kehidupan sehari-hari.

Menurut Ustadz Abdul Gafar, pembinaan rohani yang rutin dilaksanakan bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi menjadi sarana memperkuat iman dan karakter personel agar tetap berpegang pada nilai-nilai moral dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.

BACA JUGA  Kapolda Sultra Ajak Personel Perkuat Soliditas dan Pelayanan Humanis

Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup yang tidak hanya memberikan tuntunan bagi umat Islam, tetapi juga menjadi penawar bagi kegelisahan hati serta pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Dalam ceramahnya, ia juga menyoroti pentingnya upaya pencegahan terhadap berbagai bentuk penyakit masyarakat melalui pendekatan keagamaan. Menurutnya, Al-Qur’an telah memberikan peringatan mengenai dampak buruk perilaku seperti perjudian, konsumsi minuman keras, dan tindakan menyimpang lainnya yang lebih banyak membawa mudarat daripada manfaat.

Ustadz Abdul Gafar menilai pembinaan, edukasi, dan sosialisasi kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk mencegah berkembangnya berbagai perilaku negatif tersebut.

BACA JUGA  Polda Sultra Bekuk 9 Pemuda Penyerang Polisi dan Masyarakati di Eks MTQ

Ia menambahkan, praktik perjudian dan penyalahgunaan minuman keras tidak hanya berdampak pada pelakunya, tetapi juga berpotensi merusak hubungan sosial, memicu konflik, serta menjauhkan seseorang dari nilai-nilai keagamaan.

“Perbuatan tersebut dapat menumbuhkan permusuhan, memicu perselisihan dalam keluarga maupun lingkungan, dan membuat seseorang lalai mengingat Allah SWT,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan Binrohtal secara rutin, Polda Sulawesi Tenggara terus memperkuat pembinaan mental dan spiritual personel sebagai bagian dari upaya membentuk anggota Polri yang berintegritas, profesional, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai agama dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.***

Redaksi

Komentar