HUT Lalu Lintas ke-71, Polda Sultra Beri Penghargaan bagi Penggerak Keselamatan

HUKUM63 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Tenggara memberikan penghargaan kepada sejumlah individu, komunitas, pelajar hingga personel kepolisian yang dinilai berkontribusi dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas.

Penghargaan bertajuk Lantas Award 2026 tersebut diberikan dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Selasa 22 September 2026.

Penyerahan penghargaan dilakukan Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., kepada para penerima dari berbagai unsur yang selama ini terlibat dalam mengampanyekan ketertiban dan keselamatan di jalan raya.

Kapolda Sultra mengatakan upaya menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Kepolisian, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun kesadaran keselamatan berlalu lintas.

Penghargaan diberikan antara lain kepada Kepala SMAN 4 Kendari dalam kategori Tokoh Penggerak Keselamatan. Apresiasi tersebut diberikan atas dukungan terhadap penerapan budaya keselamatan berlalu lintas di lingkungan pendidikan.

Sementara kategori Guru Pengajar Peduli Keselamatan diberikan kepada Edi dari SMAN 1 Kendari. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap peran tenaga pendidik dalam menanamkan kedisiplinan dan kesadaran berlalu lintas kepada siswa.

Dari unsur komunitas, Abu Langit Official menerima penghargaan sebagai Komunitas Penggerak Keselamatan. Sedangkan Ade Ardiansyah mendapat penghargaan kategori Masyarakat Peduli Keselamatan.

Peran relawan di lapangan juga mendapat perhatian. Yogi, yang selama ini membantu masyarakat di kawasan perlintasan, menerima penghargaan kategori Relawan Perlintasan.

BACA JUGA  SPPG Polri Terapkan Sistem Prasmanan untuk Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta Selatan

Sementara dari komunitas transportasi berbasis aplikasi, Pader Ojol Kendari menerima penghargaan kategori Komunitas Peduli Keselamatan Transportasi.

Pelajar Ikut Jadi Penggerak

Ditlantas Polda Sultra juga memberikan penghargaan kepada generasi muda yang terlibat dalam upaya membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia sekolah.

Penghargaan Duta Keselamatan Pelajar diberikan kepada Patroli Keamanan Sekolah (PKS) SMPN 4 Kendari dan PKS SMPN 15 Kendari.

Kapolda Sultra mengatakan keterlibatan pelajar dalam gerakan keselamatan lalu lintas menunjukkan pentingnya pendidikan karakter sejak dini.

“Kehadiran para pelajar ini menjadi simbol bahwa membangun budaya tertib berlalu lintas harus dimulai sejak dini. Keselamatan bukan hanya tentang memahami rambu dan aturan, tetapi tentang membangun karakter disiplin, kepedulian dan tanggung jawab terhadap sesama pengguna jalan,” ujar Himawan.

Menurutnya, pembentukan kesadaran keselamatan sejak lingkungan sekolah diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif yang diterapkan para pelajar dalam aktivitas sehari-hari.

Tiga Personel Polri Mendapat Apresiasi

Selain masyarakat, Ditlantas Polda Sultra memberikan penghargaan kepada tiga personel kepolisian yang dinilai menunjukkan dedikasi dalam menjalankan pelayanan lalu lintas.

IPDA M. Armin menerima penghargaan sebagai Polisi Inspiratif Polda. Sementara AIPTU M. Fitrah memperoleh penghargaan Polisi Inspiratif Wilayah Kepulauan.

BACA JUGA  Polda Sultra Borong Medali di Kejuaraan Pencak Silat Militer di Palu

Adapun penghargaan Polisi Inspiratif Wilayah Daratan diberikan kepada BRIGADIR Ihsan Siddiq.

Himawan mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap personel yang menjalankan tugas kepolisian sekaligus menghadirkan pelayanan kepada masyarakat.

“Ketiga personel tersebut menjadi representasi semangat bahwa tugas Polantas tidak berhenti pada pengaturan, penjagaan maupun penegakan hukum, tetapi juga menghadirkan nilai kemanusiaan, keteladanan dan pelayanan yang manfaatnya dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Keselamatan Membutuhkan Kolaborasi

Himawan menegaskan keselamatan lalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, peran sekolah, guru, komunitas, pengemudi, relawan, masyarakat dan personel kepolisian dibutuhkan dalam membangun budaya keselamatan.

“Dibutuhkan keterlibatan sekolah yang mendidik generasi muda, guru yang terus mengingatkan, komunitas yang menggerakkan anggotanya, pengemudi yang menjadi teladan, relawan yang hadir membantu di jalan, masyarakat yang peduli, serta personel Polantas yang bekerja dengan ketulusan,” katanya.

Menurut dia, Lantas Award 2026 tidak sekadar menjadi seremoni pemberian penghargaan, tetapi juga ruang untuk mengapresiasi pihak-pihak yang selama ini berkontribusi dalam keselamatan berlalu lintas.

“Lantas Award bukan sekadar penghargaan, tetapi pesan bahwa setiap orang dapat mengambil bagian dalam menjaga keselamatan. Karena pada akhirnya, keselamatan lalu lintas bukan hanya tentang jalan, kendaraan dan aturan. Keselamatan adalah tentang menjaga manusia dalam setiap perjalanan,” pungkasnya.

Komentar