Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Kapolda Sultra Dorong Transformasi Polantas

HUKUM79 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Keselamatan masyarakat menjadi orientasi utama Korps Lalu Lintas Polri dalam menjalankan tugas. Hal itu ditegaskan Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H. saat memimpin Apel Besar Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026 di Kendari, Selasa 22 September 2026.

Dalam apel tersebut, Kapolda membacakan amanat Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri yang menekankan pentingnya transformasi pelayanan lalu lintas seiring perubahan mobilitas masyarakat, perkembangan teknologi, serta meningkatnya tuntutan terhadap kualitas pelayanan kepolisian.

Mengusung tema “Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri”, peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen mewujudkan pelayanan lalu lintas yang modern, profesional, humanis, tegas, berkeadilan dan berintegritas.

“Lalu lintas pada hakikatnya bukan hanya mengenai jalan, kendaraan dan pergerakan, melainkan tentang manusia, keselamatan dan kehidupan,” kata Himawan saat menyampaikan amanat Kakorlantas.

Menurutnya, keberhasilan Polantas tidak semata-mata diukur dari jumlah kegiatan maupun penindakan terhadap pelanggaran. Ukuran yang lebih utama adalah kemampuan mencegah kecelakaan, meningkatkan kepatuhan pengguna jalan, memberikan pelayanan berkualitas, serta melindungi dan menyelamatkan masyarakat.

Karena itu, transformasi Polantas diarahkan dari pola kerja yang responsif menuju prediktif. Orientasi pelaksanaan tugas juga didorong bergeser dari sekadar mengejar jumlah kegiatan menjadi pencapaian dampak nyata bagi keselamatan masyarakat.

Dalam aspek penegakan hukum, Polantas diminta tidak menjadikan banyaknya penindakan sebagai ukuran keberhasilan. Penegakan hukum harus menjadi instrumen untuk mencegah pelanggaran dan membentuk perilaku tertib berlalu lintas.

BACA JUGA  Kapolda dan Gubernur Sultra Pantau Langsung Arus Mudik di Pelabuhan Konawe Selatan

Penegakan hukum tersebut juga harus berjalan beriringan dengan edukasi keselamatan sehingga masyarakat tidak hanya patuh karena adanya penindakan, tetapi memahami pentingnya keselamatan dalam setiap aktivitas di jalan raya.

“Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, hadirlah dengan kepedulian. Ketika masyarakat membutuhkan pelayanan, berikan kemudahan. Ketika hukum harus ditegakkan, bertindaklah tegas, objektif, berkeadilan, dan tetap menghormati martabat manusia,” demikian pesan dalam amanat Kakorlantas yang dibacakan Kapolda Sultra.

Transformasi pelayanan juga diperkuat melalui pemanfaatan teknologi. Digitalisasi pelayanan, pengembangan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), modernisasi registrasi dan identifikasi kendaraan serta integrasi sistem diarahkan untuk menciptakan pelayanan yang lebih mudah, cepat, transparan dan akuntabel.

Meski demikian, teknologi ditegaskan hanya sebagai sarana. Tujuan utama pelayanan tetap masyarakat, khususnya dalam menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas.

Pendekatan tersebut juga diwujudkan melalui konsep Polantas Karib, yakni Kemitraan, Aktif, Responsif, Intuitif dan Berintegritas. Melalui konsep ini, personel Polantas didorong untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat dengan cara mendengar, memahami kebutuhan, memberikan pelayanan dan menghadirkan solusi.

Kemitraan tersebut mencakup berbagai kelompok pengguna jalan, mulai dari pengemudi ojek daring, angkutan umum, pengemudi angkutan barang dan logistik, komunitas otomotif, dunia pendidikan hingga masyarakat umum.

Himawan juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme personel. Sebagai salah satu representasi negara yang paling sering berinteraksi langsung dengan masyarakat, Polantas dituntut mampu membangun kepercayaan publik melalui setiap tindakan dan pelayanan di lapangan.

BACA JUGA  Satresnarkoba Konsel Bongkar Peredaran Sabu di Laeya, 132 Gram Diamankan

Apel Besar Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 itu diikuti Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K., Irwasda Kombes Pol. Johanes Pangihutan Siboro, S.H., S.I.K., M.H., para pejabat utama Polda Sultra, Kapolresta Kendari, Kapolres Konawe Kepulauan, para Kasat Lantas jajaran, personel Polda Sultra, komunitas serta mitra Polri.

Turut hadir perwakilan Jasa Raharja, Balai Pengelola Transportasi Darat, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas Kesehatan dan sejumlah instansi terkait.

Peringatan 71 tahun Korps Lalu Lintas Polri tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas di Sulawesi Tenggara.

“Ukuran keberhasilan tertinggi Polantas bukan semata jumlah pelanggaran yang ditindak ataupun kecanggihan teknologi yang dimiliki, tetapi kemampuan mencegah kecelakaan, melindungi masyarakat dan menyelamatkan kehidupan,” tegas Himawan.

Polda Sultra menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian yang humanis dan profesional serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui tagline JAGA BUMI ANOA, yakni Jaga Masyarakat, Jaga Wilayah dan Jaga Lingkungan.

Pesan keselamatan menjadi penutup peringatan tersebut: “Satu nyawa sangat berharga. Selamat di jalan, selamat sampai tujuan, semua karena kita.”

Komentar