Hari Juang Polri, Polda Sultra Refleksikan Sejarah Pengabdian Bhayangkara

HUKUM77 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) memperingati Hari Juang Polri melalui upacara yang digelar di Lapangan Apel Presisi Polda Sultra, Jumat 21 Agustus 2026.

Upacara tersebut dipimpin Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K. dan dihadiri jajaran pejabat utama, personel Polri, serta aparatur sipil negara (ASN) Polri.

Peringatan Hari Juang Polri tahun ini menjadi momentum bagi jajaran Polda Sultra untuk kembali menengok sejarah perjuangan kepolisian dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Hari Juang Polri tidak hanya dimaknai sebagai peringatan sejarah, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi personel untuk meneruskan nilai keberanian, kesetiaan, pengorbanan, dan pengabdian yang telah ditunjukkan para pendahulu Polri.

Secara historis, perjalanan tersebut tidak terlepas dari momentum setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Dalam sidang kedua PPKI pada 19 Agustus 1945, ditetapkan sejumlah keputusan penting terkait penyelenggaraan pemerintahan Indonesia, termasuk kedudukan kepolisian di bawah kekuasaan Pemerintah Republik Indonesia.

BACA JUGA  Polda Sultra Borong Medali di Kejuaraan Pencak Silat Militer di Palu

Dua hari kemudian, tepatnya 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi Kelas I Muhammad Jasin, yang saat itu menjabat Komandan Polisi Istimewa Surabaya, memimpin apel di halaman Markas Polisi Istimewa Surabaya.

Dalam apel tersebut, Muhammad Jasin membacakan Proklamasi Polisi yang menyatakan kesetiaan kepolisian kepada Negara Republik Indonesia. Pernyataan tersebut kemudian diikuti para anggota kepolisian.

Usai pembacaan Proklamasi Polisi, anggota diperintahkan melaksanakan pawai siaga. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan setelah kemerdekaan sekaligus menyebarluaskan semangat perjuangan mempertahankan Republik Indonesia.

Dalam perjalanan selanjutnya, kepolisian turut mengambil bagian dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Di antaranya melalui pelucutan senjata dari gudang milik Jepang, pendistribusian senjata kepada badan-badan perjuangan, hingga pengiriman persenjataan ke sejumlah daerah.

BACA JUGA  Mahasiswa Asal Kolaka Diciduk di Kendari, Polda Sultra Berhasil Gagalkan Peredaran Satu Kilogram Sabu

Polisi juga terlibat dalam menghadapi kedatangan pasukan Sekutu dan berbagai perlawanan yang berlangsung, termasuk rangkaian perjuangan yang mengarah pada peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

Perjuangan tersebut tidak berhenti di sana. Kepolisian turut menghadapi dinamika perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada masa Agresi Militer Belanda I dan II.

Bagi Polda Sultra, rangkaian sejarah tersebut menjadi pengingat bahwa keberadaan Polri tidak dapat dipisahkan dari perjalanan perjuangan bangsa Indonesia.

Semangat yang diwariskan para pendahulu diharapkan terus menjadi landasan bagi setiap personel dalam menjalankan tugas kepolisian di tengah masyarakat.

Melalui momentum Hari Juang Polri, jajaran Polda Sultra menegaskan kembali pentingnya menjaga komitmen untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus menjaga keamanan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Komentar