OJK Sultra Perluas Akses Pembiayaan Petani Kakao Kolaka Utara

EKONOMI5 Dilihat

IndeksSultra.com, Kolaka Utara- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dan industri jasa keuangan memperkuat akses pembiayaan bagi petani kakao melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Komoditas Unggulan Kakao.

Program tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) PED Komoditas Kakao yang melibatkan 12 pihak di Aula Kantor Bupati Kolaka Utara, Rabu 30 September 2026.

Kepala OJK Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan program tersebut dirancang untuk membangun ekosistem kakao yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.

“Melalui Program PED Komoditas Kakao ini, para petani dipastikan tidak akan berjalan sendirian karena telah tercakup dalam model ekosistem close loop yang terintegrasi,” kata Bismi.

Menurutnya, petani tidak hanya mendapatkan akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan teknis, perlindungan melalui jaminan sosial dan asuransi, serta kepastian pasar melalui keterlibatan pihak offtaker.

BACA JUGA  OJK Tegaskan Kewajiban PUJK Laporkan Program Literasi dan Inklusi Keuangan melalui SiPEDULI

Penguatan akses pembiayaan menjadi salah satu fokus karena petani kakao masih menghadapi kendala dalam memperoleh pembiayaan formal. Kondisi tersebut berpotensi membuat petani bergantung pada pinjaman tidak resmi dengan beban biaya yang lebih tinggi.

Dalam implementasinya, program tersebut langsung merealisasikan sejumlah pembiayaan produktif. Bank Sultra menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1,25 miliar, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyalurkan pembiayaan Mekaar Rp22 juta, sedangkan PT BPR Bahteramas Kolaka Utara menyalurkan kredit produktif dengan total Rp130 juta.

Selain pembiayaan, petani juga mendapatkan perlindungan sosial dan asuransi. BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan kartu kepesertaan kepada lima petani serta memberikan klaim santunan Jaminan Kematian kepada ahli waris senilai Rp42 juta.

Sementara itu, Asuransi Sinar Mas memberikan polis asuransi jiwa gratis selama satu tahun kepada 50 ketua kelompok tani di Kolaka Utara.

BACA JUGA  BEI Sultra Jadi Pusat Edukasi Investasi, Gaet Generasi Muda Melek Pasar Modal Lewat BIK 2025

Bismi mengingatkan agar pembiayaan yang disalurkan benar-benar digunakan untuk mendukung produktivitas kebun.

“Penyaluran pembiayaan produktif ini harus tepat sasaran dan disalurkan langsung kepada penyedia sarana produksi tani untuk menghindari potensi penyalahgunaan dana atau side streaming,” ujarnya.

Program tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas produksi petani sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan melalui akses pembiayaan yang lebih mudah, terarah dan sesuai dengan kebutuhan usaha perkebunan kakao.

Kolaka Utara sendiri memiliki potensi besar dalam komoditas kakao. Berdasarkan data Statistik Perkebunan, luas areal perkebunan kakao di daerah tersebut mencapai 78.969 hektare dengan produksi sekitar 62.260 ton per tahun.

Produksi tersebut menyumbang sekitar 61 persen dari total produksi kakao Sulawesi Tenggara dan melibatkan 28.784 keluarga petani.

Komentar