SYAFIF Goes to Makassar 2026 Catat Transaksi Rp230,94 Miliar, 10.598 Rekening Baru Dibuka

EKONOMI, NASIONAL84 Dilihat

IndeksSultra.com, Makssar- Penyelenggaraan Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Makassar 2026 mencatat total transaksi penghimpunan dan penyaluran dana mencapai Rp230,94 miliar dengan pembukaan sebanyak 10.598 rekening baru.

Capaian tersebut merupakan akumulasi dari rangkaian kegiatan pra-acara pada 19–29 Oktober 2026 dan acara utama yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Trans Studio Mall Makassar.

Kegiatan yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), pelaku industri jasa keuangan syariah, asosiasi, serta sejumlah kementerian dan lembaga tersebut menjadi salah satu upaya memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan kegiatan SYAFIF tidak hanya bertujuan memperkenalkan produk keuangan syariah, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat sebelum memanfaatkan layanan keuangan.

“Pertama tentu saja memperkuat literasi keuangan syariah masyarakat. Ini sangat penting karena jangan sampai orang melakukan inklusi tanpa literasi itu sendiri. Itu bisa bahaya. Yang kedua, tentu bagaimana membukakan akses. Jadi, ini penting,” ujar Friderica.

Menurutnya, peningkatan akses keuangan harus dibarengi dengan pengetahuan yang memadai agar masyarakat mampu memilih produk sesuai kebutuhan serta memahami risiko yang menyertainya.

Hadirkan 24 Stan Produk dan Ekosistem Syariah

Selama tiga hari pelaksanaan acara utama, SYAFIF Goes to Makassar 2026 menghadirkan 22 stan pelaku usaha jasa keuangan syariah dan dua stan ekosistem syariah.

Melalui pameran tersebut, masyarakat berkesempatan memperoleh informasi mengenai berbagai produk dan layanan keuangan syariah yang ditawarkan industri.

BACA JUGA  OJK Sebut Kinerja BPD Tetap Solid, Aset Tembus Rp1.036 Triliun dan Kredit UMKM Terus Menguat

Selain pameran, pengunjung juga dapat mengikuti kegiatan edukasi, gelar wicara, serta diskusi yang membahas pengelolaan keuangan dan perkembangan industri keuangan syariah.

SYAFIF Goes to Makassar menjadi penyelenggaraan terakhir rangkaian SYAFIF sepanjang 2026 setelah sebelumnya dilaksanakan di Banjarmasin dan Aceh.

Rangkaian kegiatan ini juga menghadirkan Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026 sebagai kegiatan pendahuluan menuju forum strategis pengembangan keuangan syariah yang melibatkan pemangku kepentingan nasional dan internasional.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, OJK berupaya mempertemukan masyarakat dengan pelaku industri sekaligus memperluas pemahaman mengenai ekosistem keuangan syariah.

OJK Dorong Peningkatan Inklusi Keuangan Syariah

Pelaksanaan SYAFIF 2026 berlangsung di tengah masih terbatasnya pemanfaatan layanan keuangan syariah oleh masyarakat Indonesia.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan syariah tercatat sebesar 43,07 persen.

Sementara indeks inklusi keuangan syariah berada pada angka 13,24 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara tingkat pemahaman masyarakat dan penggunaan produk serta layanan keuangan syariah.

OJK memandang penguatan literasi dan perluasan akses perlu dilakukan secara bersamaan agar industri keuangan syariah dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

Selain memperluas edukasi, OJK juga mendorong pelaku industri menghadirkan produk dan layanan yang inovatif serta sesuai dengan kebutuhan konsumen.

LPS Tekankan Pentingnya Kepercayaan Masyarakat

BACA JUGA  OJK Dukung Program 3 Juta Rumah, Permudah Akses Kredit Lewat Kebijakan SLIK

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan SYAFIF sebagai bagian dari penguatan literasi keuangan syariah.

Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan terhadap industri jasa keuangan.

“Kepercayaan itu harus diperjuangkan. Salah satunya adalah dengan cara literasi yang baik,” kata Farid.

Ia menilai edukasi keuangan yang berkelanjutan diperlukan agar masyarakat semakin memahami produk dan layanan yang digunakan.

PELITA Syariah Diluncurkan pada Puncak Acara

Selain mencatat pembukaan rekening dan transaksi, SYAFIF Goes to Makassar 2026 juga menjadi momentum peluncuran Buku Panduan Literasi dan Referensi Dakwah Keuangan Syariah (PELITA Syariah).

Peluncuran buku tersebut dilakukan pada puncak kegiatan, Minggu (1/11/2026), dengan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk tokoh agama dan perwakilan industri jasa keuangan.

PELITA Syariah disusun sebagai referensi bagi pendakwah, penyuluh agama, dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan edukasi keuangan syariah melalui kegiatan keagamaan.

Buku ini juga memuat materi mengenai pengelolaan keuangan dan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.

Melalui penyelenggaraan SYAFIF dan peluncuran PELITA Syariah, OJK berupaya memperkuat kolaborasi antara regulator, industri keuangan, pemerintah, dan masyarakat.

OJK berharap peningkatan literasi serta akses terhadap layanan keuangan syariah dapat mendukung pengembangan industri keuangan yang lebih inklusif, memperkuat perlindungan konsumen, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Komentar