Apel kesiapsiagaan tersebut dipimpin langsung oleh Didik Agung Widjanarko dan dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Wakapolda Sultra Brigjen Pol Gidion Arief Setyawan, Danrem 143/Halu Oleo, Ketua DPRD Sultra, serta unsur TNI dan instansi terkait lainnya.
Keterlibatan peserta apel mencerminkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari personel Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga organisasi masyarakat, pengamanan swakarsa, komunitas ojek online, dan pelajar.
Dalam amanatnya, Kapolda Sultra menegaskan bahwa Ramadan merupakan periode dengan intensitas aktivitas masyarakat yang tinggi, sehingga berpotensi memicu gangguan kamtibmas jika tidak diantisipasi dengan baik.
“Peningkatan mobilitas masyarakat selama Ramadan harus diimbangi dengan kesiapsiagaan seluruh pihak agar situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Untuk itu, jajaran kepolisian diinstruksikan mengedepankan pendekatan preventif dan humanis dalam pelaksanaan tugas. Pengamanan akan difokuskan pada jam-jam rawan serta lokasi pusat keramaian, termasuk pengaturan pasar tumpah guna mengurai kemacetan lalu lintas.
Selain pengamanan, Polda Sultra juga memberi perhatian pada stabilitas harga dan distribusi bahan pokok. Pengawasan akan diperketat untuk mencegah praktik spekulasi yang dapat merugikan masyarakat selama Ramadan.
Melalui apel siaga ini, Polda Sultra berharap sinergi antara aparat dan masyarakat dapat terus diperkuat, sehingga pelaksanaan ibadah Ramadan tahun 2026 di Sulawesi Tenggara berlangsung aman, nyaman, dan lancar.***
Komentar