IndeksSultra.com, Kendari- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyoroti perkembangan penyaluran kredit bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang masih menjadi salah satu penopang utama pembiayaan perbankan di daerah, meski menghadapi tantangan kualitas kredit.
Berdasarkan data per Maret 2026, porsi kredit UMKM terhadap total kredit tercatat sebesar 30,2 persen. Angka tersebut mengalami penurunan dibanding Maret 2025 yang berada di level 31,4 persen dan Desember 2025 sebesar 30,8 persen.
Di sisi lain, rasio Non-Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah UMKM secara gross menunjukkan tren peningkatan. Pada Maret 2025, NPL UMKM berada di angka 2,85 persen, naik menjadi 3,21 persen pada Desember 2025, dan kembali meningkat menjadi 3,64 persen pada Maret 2026.
Kepala OJK Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha, menilai sektor UMKM masih memegang peran strategis dalam mendorong aktivitas ekonomi daerah sehingga tetap menjadi perhatian utama industri jasa keuangan.
Menurutnya, meskipun porsi kredit UMKM mengalami sedikit penyesutan dan kualitas pembiayaan menghadapi tekanan, angka penyaluran yang masih berada di atas 30 persen menunjukkan komitmen perbankan dalam mendukung pelaku usaha kecil dan menengah.
“UMKM tetap menjadi sektor penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Tantangan yang muncul saat ini harus menjadi perhatian bersama agar penyaluran kredit tetap berjalan sehat dan produktif,” ujar Bismi.
Ia menjelaskan, peningkatan NPL UMKM menjadi sinyal perlunya penguatan mitigasi risiko serta pendampingan usaha agar pelaku UMKM mampu menjaga keberlangsungan bisnis di tengah dinamika ekonomi.
OJK, kata Bismi, terus mendorong perbankan agar menjaga keseimbangan antara ekspansi pembiayaan dan penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit.
Selain memperkuat analisis pembiayaan, perbankan juga didorong meningkatkan monitoring pascakredit dan memperluas pendampingan terhadap debitur UMKM agar potensi kredit bermasalah dapat ditekan sejak dini.
“Yang terpenting bukan hanya penyaluran kredit meningkat, tetapi kualitas pembiayaan juga harus tetap terjaga sehingga memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.
OJK Sultra optimistis sektor UMKM tetap memiliki prospek yang kuat sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Dengan dukungan pembiayaan yang sehat, pendampingan usaha, dan adaptasi terhadap perubahan pasar, UMKM diharapkan mampu terus tumbuh dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.***
Redaksi







Komentar