Polda Sultra Dirikan Posko Kesehatan dan Posko Bencana untuk Bantu Korban Banjir di Kendari

HUKUM85 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiagakan posko kesehatan dan posko bencana Brimob untuk membantu penanganan warga terdampak banjir di sejumlah wilayah di Kota Kendari.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat kepolisian bersama instansi terkait guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir tetap terpenuhi, mulai dari layanan kesehatan, distribusi makanan, hingga penyediaan air bersih.

Wakapolda Sultra, Gidion Arief Setyawan, mengatakan pihaknya telah membangun posko terpadu di kawasan terdampak banjir yang melibatkan personel kepolisian dan berbagai stakeholder terkait.

“Ada posko kesehatan, posko bencana dari Brimob, semuanya jadi satu di situ, termasuk dari dinas terkait juga,” ujarnya saat meninjau lokasi banjir di kawasan Kali Wanggu, Senin 11 Mei 2026.

BACA JUGA  Dua Pegawai Perusahaan di Kendari Dipenjara karena Gelapkan Mobil Kredit

Selain layanan kesehatan, Polda Sultra juga berkolaborasi dengan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tenggara dan Badan Gizi Nasional dalam mendistribusikan bantuan makanan bagi masyarakat terdampak banjir.

“Dari suplai makanan, kami bekerja sama dengan Dinsos dan BGN untuk memberikan distribusi makanan yang cukup dan bergizi,” tambahnya.

Di sisi lain, personel Brimob Polda Sulawesi Tenggara juga menyiapkan mobil water treatment untuk menyediakan air bersih layak konsumsi yang telah disalurkan kepada warga di lokasi terdampak banjir.

BACA JUGA  Sidang Etik Tuntas, Kapolda Maluku Tegaskan Komitmen Bersih-bersih Internal Polri

Pihak kepolisian menyebut salah satu kendala yang masih dihadapi masyarakat saat ini adalah padamnya aliran listrik di sejumlah wilayah terdampak.

Untuk membantu kebutuhan penerangan warga, Polda Sultra berencana mendistribusikan lampu darurat di kawasan pengungsian dan permukiman yang masih mengalami pemadaman listrik.

“Kendala saat ini adalah penerangan karena listrik padam. Kami akan mengirimkan lampu emergency untuk masyarakat,” tutup Brigjen Gidion.***

Redaksi

Komentar